JENIN (Arrahmah.id) - Qais al-Bitawi merupakan pemimpin perlawanan Palestina berusia muda dari Kamp Pengungsi Jenin yang meniti karier di Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, di tengah berkembangnya kelompok-kelompok perlawanan bersenjata di wilayah Tepi Barat bagian utara yang diduduki.
Al-Bitawi masih berusia awal 20-an ketika gugur. Namun, ia telah menjadi salah satu tokoh Al-Qassam paling menonjol yang beroperasi di Jenin.
Kemunculannya sebagai figur penting terjadi ketika struktur kepemimpinan kelompok-kelompok perlawanan bersenjata di Jenin mengalami perubahan berulang. Sejumlah pejuang dan komandan terkemuka tewas dalam operasi 'Israel' selama perang di Jalur Gaza.
Seiring meningkatnya operasi militer 'Israel' di Jenin dan kamp pengungsi tersebut, peran Al-Bitawi dalam perlawanan lokal semakin menonjol.
'Israel' dilaporkan telah memburunya selama beberapa tahun.
Dalam periode tersebut, Al-Bitawi beberapa kali lolos dari upaya penangkapan maupun pembunuhan, termasuk serangan udara, operasi militer, serta operasi yang melibatkan pasukan khusus 'Israel'.
Meski kehadiran militer 'Israel' di Jenin semakin masif, pintu masuk kota dan kamp pengungsi berulang kali ditutup, serta operasi pencarian dilakukan secara intensif, Al-Bitawi tetap berhasil menghindari pasukan 'Israel'.
Al-Bitawi juga menjadi target operasi keamanan Otoritas Palestina (PA) terhadap para pejuang perlawanan di Jenin.
Operasi PA yang dimulai pada akhir 2024 tersebut melibatkan konfrontasi berkepanjangan dengan para pejuang di dalam dan sekitar Kamp Pengungsi Jenin.
Al-Bitawi berhasil menghindari operasi keamanan PA dan kemudian bergerak secara sembunyi-sembunyi ketika tekanan militer 'Israel' terhadap Jenin semakin meningkat.
Kemampuannya menghindari berbagai operasi keamanan membuatnya semakin dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam kelompok-kelompok perlawanan yang beroperasi di Tepi Barat bagian utara.
Pasukan pendudukan 'Israel' meningkatkan pengejaran terhadap Al-Bitawi dalam beberapa hari menjelang kematiannya.
Menurut laporan Palestina, dalam sepekan terakhir pasukan 'Israel' menangkap sejumlah anggota keluarganya dan kerabat dalam serangkaian penggerebekan. Penangkapan tersebut dilakukan ketika pasukan 'Israel' meningkatkan operasi untuk menemukan keberadaannya.
Pada Jumat(28/8/2026), pengejaran itu berakhir setelah sebuah pesawat 'Israel' melancarkan serangan ke wilayah Harsh al-Saada, sebelah barat Kamp Pengungsi Jenin.
Al-Bitawi dan dua rekannya gugur dalam serangan udara 'Israel' tersebut pada Jumat.
Sumber medis mengonfirmasi kematian ketiganya. Militer 'Israel' kemudian mengakui telah melakukan serangan tersebut dan menyebut Al-Bitawi sebagai salah satu target.
Militer 'Israel' mengatakan Al-Bitawi bertanggung jawab atas aktivitas Hamas di Kamp Pengungsi Jenin.
Identitas dua warga Palestina lainnya yang tewas bersamanya belum segera diumumkan.
Serangan tersebut merupakan serangan udara pertama 'Israel' terhadap Jenin dalam hampir 10 bulan, menurut Anadolu.
Sesaat setelah pemboman, pasukan pendudukan 'Israel' menyerbu Harsh al-Saada, mengerahkan bala bantuan dan memasang perimeter keamanan di sekitar lokasi.
Jalan-jalan menuju kawasan tersebut ditutup. Sementara itu, tim Bulan Sabit Merah Palestina yang berusaha mencapai para korban dilaporkan dicegah untuk mendekati lokasi.
Hamas menyampaikan belasungkawa atas kematian Al-Bitawi dan dua rekannya, serta menyebut pembunuhan tersebut sebagai bagian dari peningkatan serangan 'Israel' terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki.
Kematian Al-Bitawi terjadi ketika Jenin tetap menjadi salah satu pusat utama kampanye militer 'Israel' yang semakin meluas di Tepi Barat bagian utara. Operasi penggerebekan, penangkapan, pembunuhan terarah, dan serangan udara berulang kali dilakukan dengan tujuan membongkar kelompok-kelompok perlawanan bersenjata yang berkembang di kota tersebut dan Kamp Pengungsi Jenin. (zarahamala/arrahmah.id)
