Memuat...

AS Serang Dua Peluncur Rudal Iran di Pulau Larak

Zarah Amala
Senin, 31 Agustus 2026 / 19 Rabiulawal 1448 11:02
AS Serang Dua Peluncur Rudal Iran di Pulau Larak
Kapal-kapal di Selat Hormuz terlihat di dekat pantai Bandar Abbas, dekat Pulau Larak (Getty)

WASHINGTON (Arrahmah.id) - Pasukan Amerika Serikat menyerang dua peluncur milik Iran di Pulau Larak pada Ahad (30/8/2026), menurut seorang pejabat AS. Serangan tersebut menjadi serangan pertama yang diketahui dilakukan Washington terhadap Iran sejak akhir Juli.

“Saya dapat mengonfirmasi bahwa pasukan AS hari ini menyerang dua peluncur Iran di Pulau Larak. Pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) terpantau sedang bersiap meluncurkan roket yang membawa ranjau laut ke Selat Hormuz,” kata pejabat AS tersebut.

IRGC mengatakan serangan itu menewaskan dan melukai sejumlah tentara serta warga sipil. Teheran juga memperingatkan bahwa serangan tersebut akan mendapat respons dan hukuman, menurut laporan media pemerintah Iran.

Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa AS melancarkan serangan menggunakan drone terhadap pulau tersebut.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa seluruh ranjau di perairan internasional Selat Hormuz telah diledakkan atau disingkirkan. Ia juga mengatakan Iran telah diberi peringatan bahwa setiap kapal atau perahu yang memasang ranjau baru akan dihancurkan.

Serangan AS terhadap Pulau Larak merupakan serangan langsung terbaru Washington terhadap Iran setelah serangan sebelumnya pada akhir Juli.

Perang antara AS dan Iran dalam beberapa pekan terakhir memasuki kondisi buntu. Washington juga mengancam akan menjatuhkan sanksi berat terhadap negara-negara yang mendukung Teheran.

AS dan 'Israel' melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan terhadap 'Israel' dan sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.
Konflik tersebut kini telah memasuki bulan ketujuh.

Serangkaian serangan AS-'Israel' terhadap Iran serta serangan Israel ke Lebanon telah menewaskan ribuan orang dan menyebabkan jutaan lainnya mengungsi. Sebanyak 18 personel militer AS dilaporkan tewas dalam konflik tersebut.

Perang juga menyebabkan diberlakukannya blokade terhadap Selat Hormuz. Sebelum konflik pecah, sekitar seperlima konsumsi minyak dunia diangkut melalui jalur strategis tersebut. (zarahamala/arrahmah.id)