Memuat...

Balita 4 Tahun Tewas Ditembak Militer 'Israel' di Depan Ayahnya di Gaza Tengah

Zarah Amala
Selasa, 16 Juni 2026 / 1 Muharam 1448 10:44
Balita 4 Tahun Tewas Ditembak Militer 'Israel' di Depan Ayahnya di Gaza Tengah
Direktur media pemerintah di Gaza mengatakan bahwa tentara pendudukan membunuh anak bernama Rayan Abu Al-Ajeen dengan tembakan di depan ayahnya (media sosial).

DEIR AL-BALAH (Arrahmah.id) - Pasukan pendudukan 'Israel' kembali melakukan pelanggaran berat terhadap kesepakatan gencatan senjata dengan menembak mati seorang balita berusia empat tahun di depan mata ayahnya sendiri pada Senin (15/6/2026) fajar. Insiden tragis ini terjadi di sebuah wilayah yang secara resmi diklasifikasikan sebagai "Zona Aman" di bagian tengah Jalur Gaza.

Direktur Kantor Media Pemerintah di Gaza, Ismail Al-Thawabta, mengonfirmasi bahwa jenazah balita bernama Rayan Baha Abu Al-Ajeen (4) telah dievakuasi ke Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Deir al-Balah. Menurut keterangan Al-Thawabta, tentara Israel melepaskan tembakan fatal ke arah Rayan kecil di hadapan sang ayah, sebelum kemudian menembak kaki sang ayah, Baha Abu Al-Ajeen, hingga terluka, dan menahan kerabat mereka yang bernama Khaled Abu Gharab.

Al-Thawabta menegaskan bahwa para korban sama sekali tidak melanggar batas wilayah militer karena berada di area aman yang sah secara hukum perbatasan sementara. Sang balita, ayah, dan kerabat mereka berada di luar Garis Kuning, artinya mereka berada di dalam perimeter yang disepakati sebagai "Zona Aman". Ketiganya sedang dalam perjalanan pulang ke rumah untuk memeriksa fasilitas sanitasi pertanian milik keluarga mereka.

Di tengah jalan, mereka dikejutkan oleh kepungan mendadak tentara 'Israel' yang bersembunyi di dalam sebuah rumah kosong di dekat lokasi, yang langsung melakukan penyerangan fisik dan penembakan. Pasca-penembakan, militer 'Israel' membawa mereka ke perlintasan Kissufim, sebelum akhirnya menyerahkan mereka ke kelompok milisi kolaborator yang membuang para korban di kawasan Wadi al-Salqa, sebelah timur Deir al-Balah.

Pada malam fajar yang sama, serangan udara sporadis dan tembakan artileri 'Israel' di sektor tengah Gaza juga dilaporkan merenggut nyawa seorang wanita dan satu anak lainnya, serta menyebabkan tiga warga sipil luka parah.

Selain menelan korban jiwa sipil yang kian mendekati angka 1.000 orang pasca-perjanjian damai Oktober 2025, Kantor Media Pemerintah Gaza membongkar kegagalan sistematis 'Israel' dalam memenuhi komitmen logistik kemanusiaan yang tertuang dalam draf perjanjian internasional.

Berdasarkan dokumen gencatan senjata, Israel secara hukum wajib mengizinkan masuknya 600 truk bantuan dan barang dagangan per hari ke Gaza, ditambah dengan 50 truk bahan bakar harian yang mencakup solar, bensin, dan gas memasak.

Sistem pengawasan sipil Gaza menyatakan bahwa ketidakpatuhan kronis ini sengaja dipelihara untuk melanjutkan metode kelaparan struktural, yang berjalan beriringan dengan operasi militer senyap di zona-zona aman demi mengusir warga Palestina dari tanah pertanian mereka. (zarahamala/arrahmah.id)