Memuat...

MUI Kritik Lagu Ciptaan Bupati Purwakarta Om Zein: Dinilai Rendahkan Martabat Perempuan dan Tak Cerminkan Budaya Sunda

Ameera
Ahad, 5 Juli 2026 / 20 Muharam 1448 14:48
MUI Kritik Lagu Ciptaan Bupati Purwakarta Om Zein: Dinilai Rendahkan Martabat Perempuan dan Tak Cerminkan Budaya Sunda
MUI Kritik Lagu Ciptaan Bupati Purwakarta Om Zein: Dinilai Rendahkan Martabat Perempuan dan Tak Cerminkan Budaya Sunda

JAKARTA (Arrahmah.id) - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PRK), Siti Ma'rifah, menyayangkan lagu berjudul "Lalaki Langit Lalanang Bejat" yang diciptakan oleh Saepul Bahri Binzein.

Menurutnya, lirik lagu tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai luhur budaya Sunda dan justru dinilai merendahkan martabat perempuan.

Siti menilai karya tersebut semakin disayangkan karena diciptakan oleh seorang kepala daerah yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat, baik dalam perkataan maupun karya yang dipublikasikan.

"Sangat menyayangkan adanya lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat yang merupakan ciptaan kepala daerah. Ini merupakan kemunduran di bidang seni budaya yang selama ini kita jaga dan hormati, apalagi disampaikan oleh seorang kepala daerah yang mestinya menjadi teladan masyarakat," ujar Siti saat dihubungi, Sabtu (4/7/2026).

Menurutnya, budaya Sunda selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai-nilai welas asih, kasih sayang, serta saling menghormati antarsesama. Karena itu, isi lagu tersebut dinilai bertolak belakang dengan nilai-nilai yang telah lama menjadi identitas masyarakat Sunda.

"Budaya Sunda yang agung selalu mengajarkan welas asih, kasih sayang, dan saling menghormati. Syair tersebut justru merendahkan martabat perempuan," katanya.

Lebih lanjut, Siti menegaskan bahwa budaya patriarki yang merendahkan perempuan tidak dapat dibenarkan, baik dari sudut pandang agama, budaya, maupun kehidupan sosial.

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan penghormatan terhadap setiap manusia tanpa membedakan jenis kelamin.

"Nilai-nilai ini sejalan dengan ajaran agama, bahwa yang membedakan seseorang hanyalah ketakwaannya, bukan jenis kelaminnya. Dalam hadis Rasulullah juga disebutkan bahwa sosok yang paling dihormati adalah ibu," ujarnya.

Atas polemik tersebut, Siti meminta agar Om Zein segera menarik lagu tersebut dari seluruh platform publik serta menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.

"Saya berharap yang bersangkutan segera meminta maaf dan menarik kembali lagu tersebut yang telah meresahkan masyarakat. Masih banyak karya budaya bangsa yang dapat ditampilkan, yang sesuai dengan nilai budaya, agama, dan kehidupan sosial serta memberikan dampak positif," tutupnya.

(ameera/arrahmah.id)