Memuat...

Ditolak Masuk AS, Wasit Piala Dunia Disambut Bak Pahlawan di Somalia

Hanoum
Kamis, 11 Juni 2026 / 26 Zulhijah 1447 04:02
Ditolak Masuk AS, Wasit Piala Dunia Disambut Bak Pahlawan di Somalia
Omar Abdulkadir Artan disambut bak pahlawan di Mogadishu. [Foto: NDTV]

MOGADISHU (Arrahmah.id) -- Wasit internasional asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, mendapat sambutan meriah bak pahlawan setibanya di Mogadishu setelah gagal menghadiri Piala Dunia Antarklub FIFA 2026 di Amerika Serikat (AS) akibat penolakan visa.

Artan sebelumnya dilarang memasuki AS karena kebijakan pembatasan perjalanan yang mencakup sejumlah negara, termasuk Somalia, meskipun ia telah ditunjuk FIFA sebagai salah satu ofisial pertandingan turnamen tersebut.

Dilansir The Guardian (10/6/2026), kepulangan Artan pada Selasa (10/6) disambut ratusan warga, pejabat olahraga, dan pendukung sepak bola Somalia di Bandara Internasional Aden Adde, Mogadishu.

Banyak warga menganggap perlakuan terhadap Artan tidak adil mengingat ia merupakan salah satu wasit paling berprestasi yang pernah dimiliki Somalia dan telah mengantongi lisensi FIFA sejak 2018.

Kasus ini bermula ketika pemerintah Amerika Serikat menerapkan kebijakan pembatasan perjalanan baru terhadap warga dari sejumlah negara yang dianggap memiliki risiko keamanan tinggi. Akibat kebijakan tersebut, Artan tidak memperoleh izin masuk ke AS untuk bertugas dalam ajang Piala Dunia Antarklub FIFA yang digelar pada Juni dan Juli 2026.

FIFA sebelumnya telah menunjuk Artan sebagai salah satu wasit dalam turnamen yang mempertemukan klub-klub terbaik dari berbagai konfederasi sepak bola dunia. Penunjukan itu dianggap sebagai pencapaian bersejarah bagi sepak bola Somalia karena Artan menjadi salah satu sedikit wasit dari negara tersebut yang dipercaya memimpin pertandingan di level internasional tertinggi.

"Ini adalah situasi yang sangat disayangkan. Saya telah bekerja keras selama bertahun-tahun untuk mencapai kesempatan ini," ungkap Artan, seperti dikutip NDTV.

Meski kecewa, Artan mengaku terharu dengan dukungan yang diberikan masyarakat Somalia. Sambutan hangat yang diterimanya di Mogadishu menunjukkan bahwa banyak warga memandangnya sebagai simbol keberhasilan dan kebangkitan olahraga nasional di tengah berbagai tantangan yang dihadapi negara tersebut.

"Saya tidak menyangka akan mendapatkan sambutan seperti ini. Dukungan rakyat Somalia memberi saya kekuatan untuk terus melangkah," katanya.

Federasi Sepak Bola Somalia (SFF) turut menyampaikan kekecewaan atas gagalnya Artan bertugas di turnamen FIFA. Organisasi tersebut menilai bahwa olahraga seharusnya menjadi sarana pemersatu dan tidak semestinya terhambat oleh kebijakan yang tidak berkaitan dengan kemampuan profesional seorang ofisial pertandingan.

Presiden Federasi Sepak Bola Somalia, Ali Abdi Mohamed, menyebut Artan sebagai kebanggaan bangsa yang telah mengharumkan nama Somalia di pentas internasional. Menurutnya, pencapaian Artan membuktikan bahwa warga Somalia mampu bersaing di level tertinggi dunia olahraga. (hanoum/arrahmah.id)