RAMALLAH (Arrahmah.id) -- Dua masjid di wilayah Tepi Barat yang diduduki dilaporkan dibakar dalam serangan terpisah yang diduga dilakukan oleh pemukim 'Israel' pada Ahad (15/6/2026) malam hingga Senin (16/6) dini hari. Insiden tersebut memicu kecaman dari otoritas Palestina yang menilai serangan terhadap tempat ibadah itu sebagai bagian dari meningkatnya kekerasan pemukim terhadap warga Palestina di wilayah pendudukan.
Dilansir The Times of Israel (17/6), serangan pertama terjadi di Desa Burqa, sebelah barat Kota Nablus, ketika sejumlah pemukim diduga mencoba membakar sebuah masjid saat masih terdapat jamaah di dalamnya. Menurut laporan media Palestina, para pelaku melemparkan bahan mudah terbakar ke area masjid sehingga memicu kebakaran yang berhasil dipadamkan sebelum menyebar lebih luas. Beberapa bagian bangunan mengalami kerusakan akibat api dan asap.
Pada malam yang sama, serangan lain dilaporkan terjadi di wilayah dekat Ramallah. Sejumlah saksi menyebut pemukim 'Israel' membakar kendaraan warga Palestina dan merusak properti, sementara sebuah masjid menjadi sasaran vandalisme dan upaya pembakaran. Pasukan keamanan 'Israel' kemudian dikerahkan ke lokasi untuk meredakan ketegangan yang meningkat setelah insiden tersebut.
“Serangan terhadap masjid dan tempat-tempat suci ini merupakan tindakan berbahaya yang bertujuan memprovokasi rakyat Palestina dan memperdalam ketegangan di kawasan,” kata Gubernur Nablus Ghassan Daghlas sebagaimana dikutip AFP.
Menurut otoritas Palestina, serangan terhadap masjid merupakan bagian dari gelombang kekerasan yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Selain menyasar tempat ibadah, sejumlah kelompok pemukim juga dituduh melakukan pembakaran rumah, kendaraan, lahan pertanian, dan fasilitas umum milik warga Palestina di berbagai wilayah Tepi Barat.
Times of Israel melaporkan bahwa aparat keamanan 'Israel' telah menerima laporan mengenai insiden tersebut dan melakukan penyelidikan. Namun hingga kini belum ada informasi mengenai penangkapan pelaku. Media itu juga mencatat bahwa sejumlah organisasi hak asasi manusia 'Israel' berulang kali memperingatkan meningkatnya aksi kekerasan yang dilakukan kelompok pemukim ekstremis terhadap warga Palestina.
Insiden terbaru ini terjadi hanya beberapa hari setelah meningkatnya ketegangan di sejumlah wilayah Tepi Barat, termasuk bentrokan antara pemukim dan warga Palestina serta berbagai aksi pembakaran lahan dan properti. Reuters sebelumnya melaporkan bahwa kekerasan pemukim di wilayah pendudukan menjadi perhatian sejumlah negara Barat yang telah menjatuhkan sanksi terhadap kelompok-kelompok yang dianggap terlibat dalam serangan terhadap warga sipil Palestina.
Pemerintah Palestina mengecam keras pembakaran dua masjid tersebut dan mendesak masyarakat internasional mengambil langkah nyata untuk melindungi warga sipil Palestina serta situs-situs keagamaan di wilayah pendudukan. Otoritas Palestina juga menilai serangan terhadap tempat ibadah dapat memperburuk situasi keamanan yang sudah rapuh di Tepi Barat. (hanoum/arrahmah.id)
