BADAKHSHAN (Arrahmah.id) - Gubernur Helmand, Amanuddin Mansour, mengatakan pasukan Imarah Islam Afghanistan (IIA) siap menanggapi setiap tindakan lawan dan apa yang ia sebut sebagai "pemberontakan dan kerusuhan."
Berbicara di sebuah pertemuan di distrik Warduj, provinsi Badakhshan, Mansour mengatakan bahwa jika terjadi pemberontakan atau perlawanan bersenjata, pasukan Imarah Islam sepenuhnya siap untuk kembali ke medan perang, lansir Tolo News (11/6/2026).
"Musuh-musuh Islam yang, dari luar negeri, menyebarkan propaganda melawan keamanan negeri ini dan berusaha membingungkan pikiran masyarakat harus tahu bahwa tidak ada perubahan dalam keyakinan Mujahidin," kata Amanuddin Mansour.
Gubernur Helmand juga mengatakan Afghanistan telah mengalami berbagai konflik selama empat setengah dekade terakhir, dari invasi asing hingga perang internal, tetapi keamanan kini telah terjamin di seluruh negeri.
"Afghanistan berada dalam perang selama 45 tahun, dari invasi asing hingga konflik internal. Rakyat negara ini telah mengalami semuanya," kata Mansour.
Di bagian lain pidatonya, ia mendesak pasukan Imarah Islam di Badakhshan untuk tetap berkomitmen pada sistem dan melaksanakan arahan pemimpin Imarah Islam.
Menurut Mansour, perselisihan dan masalah di antara para pejabat Imarah Islam tidak boleh dikaitkan dengan seluruh sistem. (haninmazaya/arrahmah.id)
