Memuat...

Hamas Peringatkan Rencana 'Israel' di Al-Aqsa, Serukan Mobilisasi Dunia Islam

Hanoum
Kamis, 11 Juni 2026 / 26 Zulhijah 1447 03:46
Hamas Peringatkan Rencana 'Israel' di Al-Aqsa, Serukan Mobilisasi Dunia Islam
Foto ilustrasi. [Foto: Ansarollah]

GAZA (Arrahmah.id) -- Kelompok perlawanan Palestina Hamas memperingatkan adanya rencana yang disebut sebagai upaya 'Israel' untuk mengubah identitas dan status historis kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. Kelompok Palestina tersebut menyerukan mobilisasi segera negara-negara Arab dan Islam untuk melindungi situs suci umat Islam itu dari apa yang mereka sebut sebagai proyek “Yudaisasi” dan pendudukan yang semakin meluas.

Dilansir Al Mayadeen (11/6/2026), peringatan tersebut disampaikan Hamas menyusul meningkatnya aktivitas kelompok-kelompok Yahudi ekstremis dan seruan sejumlah organisasi yang mendukung perubahan status quo di kawasan Al-Aqsa, yang oleh umat Islam dikenal sebagai Al-Haram Al-Sharif dan oleh sebagian kalangan Yahudi disebut Temple Mount. Hamas menilai langkah-langkah tersebut merupakan ancaman langsung terhadap identitas Islam dan sejarah Masjid Al-Aqsa.

Dalam pernyataan resminya, Hamas menuduh 'Israel' berupaya memanfaatkan situasi konflik yang sedang berlangsung untuk menciptakan fakta baru di lapangan, termasuk memperluas akses kelompok pemukim Yahudi ke kompleks Al-Aqsa dan mengubah pengaturan yang telah berlaku selama puluhan tahun.

"Kami memperingatkan terhadap rencana pendudukan yang menargetkan Masjid Al-Aqsa dan menyerukan mobilisasi Arab serta Islam secara mendesak untuk melindungi situs suci ini dan identitasnya," kata Hamas dalam pernyataannya.

Hamas juga menegaskan bahwa setiap upaya mengubah karakter Al-Aqsa berpotensi memicu eskalasi baru di kawasan. Kelompok tersebut menilai Yerusalem dan Al-Aqsa memiliki posisi sentral bagi rakyat Palestina dan umat Islam di seluruh dunia sehingga setiap perubahan terhadap status situs tersebut akan menimbulkan reaksi luas.

Peringatan Hamas muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran sejumlah lembaga Palestina dan negara-negara Muslim mengenai aktivitas kelompok pemukim Israel di kompleks Al-Aqsa. Otoritas Yerusalem dan sejumlah organisasi Palestina sebelumnya juga memperingatkan adanya upaya sistematis untuk mengubah status historis dan hukum yang berlaku di kawasan tersebut.

Dalam pernyataan lain, Hamas mengatakan, "Kota Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa akan tetap menjadi simbol perjuangan dan pusat persatuan umat."

Sejumlah negara Muslim turut menyuarakan keprihatinan terhadap perkembangan di Al-Aqsa. Pemerintah Malaysia, misalnya, mengutuk apa yang disebut sebagai upaya "Yudaisasi" Masjid Al-Aqsa dan menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap kesucian situs keagamaan yang dihormati umat Islam.

Pemerintah Turki juga mengecam aksi kelompok ekstremis 'Israel' yang memasuki kompleks Al-Aqsa dengan pengawalan aparat keamanan. Ankara menilai tindakan tersebut bersifat provokatif dan dapat meningkatkan ketegangan di kawasan yang sudah tidak stabil akibat konflik berkepanjangan.

Isu Al-Aqsa kembali menjadi sorotan internasional dalam beberapa bulan terakhir setelah berbagai pembatasan akses terhadap jemaah Palestina dan meningkatnya aktivitas kelompok pemukim di area kompleks masjid. Organisasi-organisasi regional seperti Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) sebelumnya juga telah menyampaikan kekhawatiran mengenai perubahan status quo di lokasi yang menjadi salah satu titik paling sensitif dalam konflik Israel-Palestina. (hanoum/arrahmah.id)