Memuat...

Hamas Tolak Serahkan Senjata di Tengah Serangan 'Israel' di Gaza

Zarah Amala
Sabtu, 5 September 2026 / 24 Rabiulawal 1448 12:09
Hamas Tolak Serahkan Senjata di Tengah Serangan 'Israel' di Gaza
Dewan Perdamaian sebelumnya mengumumkan bahwa kesepakatan telah tercapai dengan Hamas mengenai pelucutan senjatanya (Reuters).

GAZA (Arrahmah.id) - Hamas dilaporkan telah menyampaikan kepada para mediator bahwa mereka tidak berniat menyerahkan senjata selama operasi militer 'Israel' di Jalur Gaza masih berlangsung.

Laporan tersebut disampaikan surat kabar 'Israel', The Times of Israel, Jumat (4/9/2026), dengan mengutip seorang diplomat dari salah satu negara yang menjadi mediator dalam kesepakatan gencatan senjata Gaza.

Menurut diplomat yang tidak disebutkan namanya itu, utusan AS Jared Kushner merasa frustrasi terhadap Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu. Namun, kekecewaan tersebut belum sampai pada ancaman untuk menghentikan dukungan AS jika serangan 'Israel' terhadap Gaza tidak dihentikan.

Diplomat tersebut mengatakan Amerika Serikat telah menerima kemungkinan untuk menunggu hingga pemilu 'Israel' yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober sebelum kembali mendorong pelaksanaan rencana Dewan Perdamaian (Board of Peace).

Namun, sumber lain yang mengetahui persoalan tersebut membantah adanya instruksi untuk menunda upaya Dewan Perdamaian hingga setelah pemilu 'Israel'.

Sebelumnya, perwakilan tinggi Dewan Perdamaian untuk Gaza, Nikolay Mladenov, memperingatkan bahwa kegagalan rencana AS untuk Gaza dapat membawa situasi ke “titik tanpa jalan kembali”.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera pada akhir Agustus, Mladenov mengatakan kegagalan menerapkan rencana tersebut dapat menyebabkan perang terus berlanjut atau memicu konflik baru yang dampaknya berlangsung lama bagi Gaza, 'Israel', dan kawasan.

Ia juga memperingatkan bahwa mempertahankan kondisi Gaza saat ini, dengan 'Israel' masih menguasai sebagian wilayah sementara penduduk terkonsentrasi di wilayah lainnya, dapat menyebabkan Gaza kehilangan posisinya sebagai bagian dari negara Palestina di masa depan atau memicu kembali perang yang sulit dihentikan.

Pada Juli lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan Dewan Perdamaian telah mencapai kesepakatan dengan Hamas mengenai pelucutan senjata kelompok tersebut. Kesepakatan itu juga mencakup komitmen 'Israel' untuk menjalankan kewajibannya, termasuk menghentikan serangan terhadap Gaza. (zarahamala/arrahmah.id)