Memuat...

Houthi Ancam Perluas Blokade Laut Merah, Klaim Serang Kapal Tanker Saudi

Hanoum
Kamis, 6 Agustus 2026 / 23 Safar 1448 03:34
Houthi Ancam Perluas Blokade Laut Merah, Klaim Serang Kapal Tanker Saudi
Jenderal Yahya Saree, juru bicara militer Houthi, dalam cuplikan pesan televisi yang dirilis kelompok tersebut pada 5 Agustus 2026. [Foto: Reuters]

SANAA (Arrahmah.id) -- Milisi Syiah Houthi Yaman mengancam akan memperluas blokade maritim di Laut Merah setelah mengklaim kembali menyerang sebuah kapal tanker minyak Arab Saudi di lepas pantai Yanbu, Rabu (5/8/2026). Kelompok yang didukung Iran itu menyatakan serangan merupakan bagian dari operasi untuk menghentikan lalu lintas kapal energi Saudi.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan, seperti dilansir The New York Post (5/8), pasukannya menyerang kapal tanker minyak Wafa menggunakan sejumlah rudal balistik di Laut Merah bagian utara, dekat Pelabuhan Yanbu.

Menurutnya, kapal tersebut menjadi target kedelapan sejak Houthi mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi pada 22 Juli lalu. Saree juga menegaskan bahwa kelompoknya akan memperluas area operasi karena Riyadh disebut mengalihkan jalur kapal-kapal tankernya ke Laut Merah bagian utara untuk menghindari serangan sebelumnya.

Dalam pernyataan resminya, Yahya Saree menegaskan bahwa eskalasi akan terus dilakukan selama Arab Saudi tetap mengoperasikan kapal-kapal minyaknya di wilayah yang diklaim berada dalam cakupan blokade Houthi.

"Kami berhasil menargetkan kapal tanker minyak Saudi 'Wafa' di Laut Merah bagian utara dengan sejumlah rudal balistik. Kami juga memutuskan memperluas blokade karena Arab Saudi telah mengalihkan kapal-kapal tankernya ke jalur utara Laut Merah," kata Yahya Saree.

Ancaman terbaru ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di jalur pelayaran Laut Merah, salah satu rute perdagangan energi paling penting di dunia.

Dalam beberapa pekan terakhir, Houthi telah mengumumkan blokade terhadap kapal-kapal Saudi sebagai respons atas konflik regional yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, dan sekutu masing-masing. Serangkaian serangan terhadap kapal tanker membuat sejumlah perusahaan pelayaran mengubah rute atau meningkatkan langkah pengamanan.

Media maritim internasional melaporkan bahwa kelompok Houthi kini mengancam memperluas serangan hingga ke wilayah Laut Merah bagian utara, yang sebelumnya relatif lebih aman dibanding kawasan sekitar Selat Bab al-Mandab.

Langkah tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko terhadap lalu lintas kapal dagang internasional dan distribusi minyak dari Arab Saudi ke pasar global.

Serangan yang diklaim Houthi dan ancaman memperluas blokade menunjukkan bahwa Laut Merah tetap menjadi salah satu titik paling rawan dalam konflik Timur Tengah.

Selama belum tercapai penyelesaian politik antara pihak-pihak yang bertikai, jalur pelayaran strategis tersebut diperkirakan akan terus menghadapi ancaman terhadap keamanan maritim dan perdagangan internasional. (hanoum/arrahmah.id)