Memuat...

Asy Syabaab Berhasil Rebut Kota Strategis di Somalia

Hanoum
Kamis, 6 Agustus 2026 / 23 Safar 1448 03:40
Asy Syabaab Berhasil Rebut Kota Strategis di Somalia
Militan Asy Syabaab. [Foto: Radio al Andalus]

MOGADISHU (Arrahmah.id) -- Kelompok militan Asy Syabaab dilaporkan kembali merebut sebuah kota strategis di Somalia di tengah memburuknya krisis politik dan keamanan negara itu. Keberhasilan kelompok yang berafiliasi dengan Al-Qaeda tersebut dinilai menunjukkan meningkatnya kemampuan mereka memanfaatkan perpecahan politik di Somalia untuk memperluas wilayah pengaruh, sekaligus memberi tekanan baru kepada pemerintah federal dan otoritas daerah.

Menurut Somali Guard (5/8/2026), Asy Syabaab dalam beberapa pekan terakhir membuka sejumlah front pertempuran baru di wilayah tengah dan selatan Somalia. Kelompok itu berhasil menguasai sejumlah kawasan penting setelah pasukan pemerintah dan milisi sekutu mengalami tekanan di berbagai medan tempur.

Situasi tersebut terjadi ketika hubungan antara pemerintah federal di Mogadishu dengan sejumlah pemerintahan regional, termasuk Puntland, terus memanas sehingga menghambat koordinasi operasi keamanan.

Di saat yang sama, konflik internal juga meningkat di wilayah Galkayo, ketika pasukan Puntland menyerbu sebuah pangkalan yang dikuasai pasukan pro-pemerintah federal. Presiden Puntland, Said Abdullahi Deni, mengatakan operasi tersebut dilakukan sebagai respons terhadap apa yang disebutnya sebagai ancaman terhadap stabilitas wilayahnya.

"Operasi ini merupakan operasi keamanan yang direncanakan untuk mengirim pesan yang jelas kepada siapa pun yang melakukan aktivitas yang mengancam keamanan dan kewenangan pemerintah Puntland," kata Said Abdullahi Deni, dikutip dari Wadheer News.

Pemerintah Puntland mengklaim berhasil menguasai pangkalan tersebut serta menahan lebih dari 100 anggota milisi yang disebut berafiliasi dengan pemerintah federal. Selain itu, pasukan Puntland juga menyita berbagai persenjataan, kendaraan militer, dan perlengkapan keamanan lainnya. Pemerintah federal Somalia hingga kini belum memberikan tanggapan resmi atas klaim tersebut.

Sejumlah media Somalia juga melaporkan bahwa kebuntuan politik yang berkepanjangan membuat operasi militer terhadap Asy Syabaab kehilangan momentum. Di banyak wilayah, pasukan pemerintah harus membagi perhatian antara menghadapi ancaman militan dan konflik dengan pemerintahan daerah, sehingga memperlambat upaya merebut kembali wilayah yang telah dikuasai kelompok tersebut.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran baru bagi komunitas internasional. Sejumlah pengamat keamanan memperingatkan bahwa apabila konflik politik di Somalia tidak segera diselesaikan, Asy Syabaab berpotensi terus memperluas wilayah kekuasaannya dan mengancam stabilitas kawasan Tanduk Afrika. (hanoum/arrahmah.id)