Memuat...

Indonesia Walk Out dari Pidato Netanyahu, MUI Minta Rakyat Konsisten Boikot

Ameera
Ahad, 27 September 2026 / 16 Rabiulakhir 1448 17:33
Indonesia Walk Out dari Pidato Netanyahu, MUI Minta Rakyat Konsisten Boikot
Indonesia Walk Out dari Pidato Netanyahu, MUI Minta Rakyat Konsisten Boikot

JAKARTA (Arrahmah.id) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengapresiasi langkah tegas delegasi Republik Indonesia yang melakukan aksi walk out saat Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Namun, MUI menilai sikap diplomatik tersebut perlu diikuti dengan langkah nyata di dalam negeri. Salah satunya melalui konsistensi masyarakat dalam memboikot produk-produk yang dinilai memberikan dukungan terhadap "Israel".

Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Ni'am Sholeh, mengatakan aksi walk out di forum PBB merupakan bentuk komitmen Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

Menurutnya, sikap tersebut perlu diteruskan melalui kebijakan dan gerakan konkret.

"Langkah walk out di PBB adalah wujud komitmen dan konsistensi Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina. Namun, apresiasi diplomasi ini perlu ditindaklanjuti dengan langkah-langkah politik lanjutan yang lebih nyata, termasuk konsistensi aksi boikot terhadap produk-produk yang mendukung agresi dan pendudukan Israel," tegas Prof Ni'am, dikutip dari laman MUI, Ahad (27/9/2026).

Guru Besar Ilmu Fikih UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menjelaskan, gerakan boikot dapat menjadi salah satu bentuk perjuangan tanpa kekerasan atau non-violent resistance.

Ia menilai tekanan ekonomi dapat menjadi instrumen untuk mendorong perubahan terhadap pihak-pihak yang dinilai memiliki keterkaitan dengan persoalan kemanusiaan di Palestina.

Menurut Prof Ni'am, jika diplomasi formal merupakan ranah pemerintah dan pejabat negara, masyarakat juga memiliki ruang untuk berkontribusi melalui pilihan konsumsi sehari-hari.

"Kita bisa melakukan langkah-langkah nyata yang berdampak langsung, salah satunya adalah gerakan boikot terhadap produk yang memberikan dukungan finansial maupun opini terhadap aktivitas genosida Israel," ujarnya.

Prof Ni'am juga menyinggung sikap Presiden RI Prabowo Subianto ketika menghadiri peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyerukan "Free Free Palestine!" di hadapan khalayak internasional dan Duta Besar Palestina..

Bagi MUI, pernyataan tersebut menunjukkan adanya keberpihakan Indonesia terhadap perjuangan Palestina yang perlu terus dikawal dan diwujudkan melalui langkah konkret.

Karena itu, Prof Ni'am menyerukan agar semangat anti-penjajahan tidak berhenti pada pernyataan atau gestur diplomatik. Ia mendorong agar dukungan terhadap Palestina juga tercermin dalam perilaku masyarakat, termasuk melalui pilihan ekonomi.

Menurutnya, penegakan hukum internasional, penggalangan dukungan dari berbagai negara, serta gerakan boikot ekonomi dapat berjalan beriringan sebagai bagian dari upaya mendukung kemerdekaan Palestina..

"Ini menjadi momentum yang sangat tepat untuk mengkonsolidasi kekuatan dan positioning Indonesia di tengah percaturan dunia. Selain terus memperkuat aksi boikot ekonomi, kita tentu tak boleh putus memanjatkan doa kepada Allah SWT agar perjuangan bangsa Palestina senantiasa diberikan kekuatan, kemenangan, dan kemerdekaan yang hakiki," pungkasnya.

(ameera/arrahmah.id)