Memuat...

Iran Bantah Tembak Helikopter Apache AS, Peringatkan Risiko Personel Militer Asing di Selat Hormuz

Zarah Amala
Rabu, 10 Juni 2026 / 25 Zulhijah 1447 10:15
Iran Bantah Tembak Helikopter Apache AS, Peringatkan Risiko Personel Militer Asing di Selat Hormuz
Kapal-kapal angkatan laut Iran berpatroli di Selat Hormuz. (Foto: Media Iran)

TEHERAN (Arrahmah.id) - Pemerintah Iran secara resmi membantah keras tuduhan Amerika Serikat yang menyebut negaranya bertanggung jawab atas jatuhnya helikopter serang AH-64 Apache milik militer AS di dekat Selat Hormuz. Teheran menilai klaim yang dilontarkan Presiden Donald Trump tidak berdasar dan memperingatkan Washington untuk tidak menggunakan insiden tersebut sebagai dalih untuk memicu eskalasi militer lebih lanjut.

Sumber militer resmi Iran melalui televisi negara menegaskan bahwa Angkatan Udara maupun Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tidak meluncurkan operasi ofensif apa pun di sepanjang wilayah udara Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir. Bantahan ini dirilis setelah Gedung Putih menjadikan insiden jatuhnya helikopter tersebut sebagai justifikasi hukum bagi Komando Pusat AS (USCENTCOM) untuk membombardir lima situs militer di pesisir selatan Iran pada Rabu (10/6/2026) dini hari.

Kontradiksi Klaim Trump dan Investigasi Pentagon

Teheran menyoroti adanya kontradiksi besar antara pernyataan politik Donald Trump dan rilis teknis dari internal militer Amerika Serikat sendiri. Melalui platform Truth Social, Trump secara eksplisit menuduh pasukan Iran menembak jatuh salah satu helikopter paling canggih milik AS saat melakukan patroli rutin. Trump menegaskan AS memiliki kewajiban mutlak untuk membalas tindakan tersebut dengan kekuatan penuh.

Di sisi lain, dokumen resmi militer AS justru mengakui bahwa penyebab pasti jatuhnya helikopter Apache tersebut sebenarnya masih dalam proses investigasi intensif. Otoritas Iran menggunakan celah ini untuk mempertanyakan legitimasi hukum serangan balasan AS yang terkesan dipaksakan sebelum hasil penyelidikan selesai.

"Jika musuh melanjutkan tindakan agresifnya dengan dalih insiden helikopter militer ini, mereka akan menghadapi respons yang sangat tegas," ujar sumber militer tinggi Iran kepada media domestik.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, ikut angkat bicara melalui akun resminya di X. Araghchi mengingatkan bahwa Selat Hormuz secara hukum internasional adalah wilayah perairan strategis yang dimiliki bersama oleh Iran dan Oman, serta terletak ribuan kilometer dari daratan domestik Amerika Serikat.

"Angkatan Bersenjata kami berada dalam kesiapsiagaan konstan terhadap setiap bentuk pelanggaran di wilayah udara, darat, maupun perairan Iran," tegas Araghchi.

Lebih lanjut, Araghchi menjelaskan bahwa tingginya konsentrasi militer asing di dekat wilayah kedaulatan Iran sangat rentan memicu terjadinya kesalahan manusia (human error), kecelakaan teknis, atau terjebak dalam baku tembak yang tidak disengaja. Guna mereduksi risiko fatal tersebut, Menlu Iran menegaskan bahwa solusi terbaik adalah penarikan mundur seluruh pasukan asing secepat mungkin dari lingkungan Teluk yang tidak akan pernah ramah terhadap kehadiran militer yang bermusuhan. Meski menekankan Teheran tetap mengutamakan jalur diplomasi, Araghchi menjamin negaranya memiliki kapabilitas penuh untuk merespons lewat jalur militer jika situasi mendesak. (zarahamala/arrahmah.id)