PARIS (Arrahmah.id) - Asosiasi Penerbit Berita Global (WAN-IFRA) mengumumkan bahwa para jurnalis foto dan video profesional yang bertaruh nyawa dalam meliput perang di Jalur Gaza akan menerima penghargaan kebebasan pers tahunan paling bergengsi pada Senin (1/6/2026). Penghargaan Golden Pen of Freedom 2026 ini akan diserahkan kepada perwakilan dari tiga kantor berita global utama yang masih beroperasi di Gaza, yaitu Agence France-Presse (AFP), The Associated Press (AP), dan Reuters.
WAN-IFRA menyatakan bahwa penghargaan ini diberikan sebagai dedikasi kepada para jurnalis lokal Palestina yang terus konsisten menyediakan jangkauan liputan profesional di bawah kondisi medan yang sangat menantang dan berbahaya."
Selama lebih dari dua setengah tahun, para jurnalis di Gaza telah merekam kematian, kehancuran, dan penderitaan manusia dalam skala yang tak tertandingi. Mereka sama-sama menjadi korban konflik sekaligus pencatat sejarah dari perang yang meletus—dan terus berkobar—di sekeliling mereka," bunyi kutipan resmi dewan juri penghargaan tersebut.
Penghargaan ini sekaligus menjadi bentuk pengakuan internasional atas pengorbanan dan daya tahan para profesional media lokal yang hidup dan bekerja di zona perang aktif, termasuk memberikan penghormatan bagi rekan-rekan jurnalis yang terluka dan gugur saat menjalankan tugas jurnalisme mereka.
Lembaga hak asasi media internasional mencatat pasukan 'Israel' telah menewaskan lebih dari 220 jurnalis, di mana sedikitnya 70 jurnalis gugur saat mengenakan atribut profesional dan menjalankan tugas jurnalistik mereka di lapangan.
Organisasi pers lokal di Gaza menetapkan angka yang lebih tinggi, yakni sedikitnya 270 jurnalis gugur akibat serangan militer 'Israel' hingga saat ini.
Kondisi peliputan di Gaza kian diperumit oleh kebijakan ketat yang diterapkan Tel Aviv. Pemerintah 'Israel' secara konsisten melarang wartawan asing untuk memasuki wilayah kantong yang diblokade tersebut secara independen sejak meluncurkan agresi militernya pada Oktober 2023. Perang tersebut secara akumulatif telah menewaskan lebih dari 72.800 orang, dengan mayoritas korban merupakan kelompok wanita dan anak-anak.
Meskipun kesepakatan gencatan senjata telah ditandatangani pada Oktober 2025 lalu, militer 'Israel' dilaporkan masih melakukan serangan ke Gaza hampir setiap hari, yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 900 orang pasca-deklarasi damai tersebut.
Momentum penyerahan penghargaan Golden Pen of Freedom ini sendiri akan membuka rangkaian acara Kongres Media Berita Dunia (World News Media Congress) 2026 yang berlangsung dari Senin hingga Rabu mendatang (3/6/2026). (zarahamala/arrahmah.id))
