KABUL (Arrahmah.id) - Amir Khan Muttaqi, Menteri Luar Negeri Imarah Islam Afghanistan, menyerukan penguatan kerja sama ilmiah dan penelitian antar negara-negara di kawasan, sambil menekankan peran lembaga pemikir (think tank) dalam memperluas kolaborasi regional selama pertemuan pertama Pusat Studi Strategis dan Lembaga Pemikir Afghanistan, Asia Tengah, dan Azerbaijan.
Muttaqi mengatakan: “Hari ini, kita berkumpul bukan hanya sebagai perwakilan negara kita, tetapi sebagai intelektual dan pemimpin pemikiran dari wilayah geografis yang sama, dengan tujuan untuk meningkatkan hubungan antar negara-negara di kawasan—khususnya hubungan antara Imarah Islam Afghanistan dan negara-negara Asia Tengah—dari tingkat interaksi dan kerja sama saat ini ke tahap integrasi yang mendalam dan berkelanjutan.”
Menteri Luar Negeri menyatakan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Dialog Konsultatif Afghanistan–Asia Tengah pertama telah menciptakan lingkungan politik yang menguntungkan untuk memperluas kerja sama. Namun, ia menekankan perlunya mekanisme khusus yang berorientasi pada penelitian untuk mengubah kesepakatan politik menjadi usulan praktis dan rencana implementasi.
Dalam bagian lain dari pidatonya, ia mengidentifikasi masalah keamanan dan ketegangan regional, perubahan iklim dan tantangan lingkungan, peluang ekonomi dan transit, serta kebutuhan untuk mengembangkan narasi lokal, sebagai beberapa isu terpenting yang membutuhkan kerja sama erat di antara lembaga-lembaga penelitian di kawasan tersebut, lansir Tolo News (17/6/2026).
Muttaqi menambahkan: “Perang dan konflik yang sedang berlangsung di lingkungan regional kita bersama telah menyebabkan gangguan signifikan pada rantai pasokan ekonomi, mobilitas, dan ketahanan pangan dan energi. Dalam keadaan seperti itu, pusat penelitian dan studi bukan hanya lembaga akademis; mereka dapat berfungsi sebagai mitra intelektual dan penggerak diplomasi regional dengan menawarkan solusi ilmiah dan praktis untuk mengelola tantangan ini dan memperkuat integrasi regional.”
Direktur Institut Internasional Uzbekistan untuk Asia Tengah mengatakan bahwa pertemuan di Kabul bukan hanya pertemuan para ahli, tetapi juga langkah menuju pembentukan kerangka kerja berkelanjutan untuk kerja sama di antara lembaga think tank di Afghanistan, Asia Tengah, dan Azerbaijan.
Javlon Vakhabov, Direktur Institut Internasional untuk Asia Tengah, mengatakan kepada Tolo News: “Kami berkumpul di sini untuk mengembangkan serangkaian rekomendasi kebijakan dan usulan praktis yang dapat sangat bermanfaat dalam situasi saat ini, terutama karena kita menyaksikan kerja sama yang belum pernah terjadi sebelumnya dan hubungan yang lebih erat di antara negara-negara Asia Tengah, termasuk Afghanistan.”
Pertemuan tersebut diselenggarakan oleh Pusat Studi Strategis Kementerian Luar Negeri Imarah Islam Afghanistan dan dihadiri oleh perwakilan dari Uzbekistan, Turkmenistan, Tajikistan, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Azerbaijan.
Para peserta membahas cara-cara untuk memperkuat kerja sama regional di bidang keamanan, ekonomi, transit, investasi, dan konektivitas regional. (haninmazaya/arrahmah.id)
