Memuat...

Kawanan Serigala Hutan Serang Pemukim 'Israel' di Danau Galilee

Hanoum
Selasa, 16 Juni 2026 / 1 Muharam 1448 06:33
Kawanan Serigala Hutan Serang Pemukim 'Israel' di Danau Galilee
Serigala di Taman Hayarkon di Tel Aviv, pada 19 Februari 2022. [Foto: Tomer Neuberg/Flash90]

TIBERIAS (Arrahmah.id) -- Liburan belasan pemukim 'Israel' di kawasan Danau Galilee (Laut Galilea) berubah menjadi kepanikan setelah kawanan hewan liar jenis jakal atau serigala hutan menyerang area perkemahan di Pantai Duga, Sabtu (13/6/2026) dini hari. Sedikitnya 11 orang, termasuk anak-anak, mengalami luka gigitan dan cakaran dalam insiden yang diduga berkaitan dengan penyebaran rabies di wilayah utara 'Israel'.

Dilansir The Times of Israel (15/6/2026), serangan terjadi ketika para wisatawan sedang tidur di tenda-tenda yang didirikan di tepi Danau Galilee, kawasan wisata populer di timur laut 'Israel'.

Menurut laporan otoritas medis Israel, para korban segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan dan vaksinasi antirabies setelah diserang oleh sedikitnya lima hewan liar yang berkeliaran di area perkemahan.

Salah satu korban yang paling parah adalah Alice, gadis berusia 12 tahun yang mengalami luka di wajah setelah seekor jakal masuk ke tendanya saat keluarga sedang tertidur. Nenek korban, Mira Genin, mengaku terbangun karena teriakan cucunya di tengah malam.

“Kami tidak mengerti apa yang terjadi. Ketika lampu dinyalakan, wajah Alice penuh luka gigitan dan cakaran. Apa yang seharusnya menjadi liburan keluarga berubah menjadi mimpi buruk,” kata Mira Genin, sebagaimana dikutip The Times of Israel.

Korban lain juga mengalami luka gigitan di kaki dan tangan. Tim medis dari layanan darurat Magen David Adom melaporkan bahwa seluruh korban telah menerima perawatan, vaksinasi, dan sebagian besar diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka dinyatakan stabil.

Otoritas Taman dan Alam Israel langsung melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah hewan yang menyerang benar-benar jakal liar atau anjing liar yang berkeliaran di sekitar lokasi wisata. Namun para ahli menilai perilaku agresif tersebut sangat tidak biasa dan mengindikasikan kemungkinan kuat adanya infeksi rabies pada setidaknya satu dari hewan-hewan yang terlibat dalam serangan.

Kementerian Kesehatan 'Israel' sebelumnya memang telah memperingatkan meningkatnya kasus rabies di wilayah utara negara itu sepanjang 2026. Data pemerintah menunjukkan puluhan kasus rabies telah ditemukan pada hewan liar tahun ini, dengan jakal menjadi salah satu spesies yang paling sering terinfeksi setelah anjing. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap keselamatan pengunjung di kawasan wisata alam dan perkemahan.

Menurut Ynet News, populasi jakal di 'Israel' meningkat dalam beberapa tahun terakhir akibat melimpahnya sumber makanan dari sampah manusia dan aktivitas perkotaan. Hewan-hewan tersebut kini semakin sering terlihat di taman kota, kawasan permukiman, hingga lokasi wisata.

Para ahli satwa liar memperingatkan bahwa kebiasaan memberi makan hewan liar secara tidak langsung membuat mereka kehilangan rasa takut terhadap manusia dan meningkatkan risiko interaksi berbahaya.

Asosiasi Kota-Kota Kinneret yang mengelola kawasan pantai Danau Galilee menyatakan insiden tersebut ditanggapi dengan sangat serius. Pihaknya mendesak peningkatan patroli malam hari, pengawasan populasi jakal, serta langkah-langkah tambahan untuk melindungi wisatawan selama musim liburan musim panas yang sedang berlangsung.

Peristiwa ini menjadi salah satu serangan hewan liar terbesar terhadap manusia yang pernah terjadi di kawasan Danau Galilee dalam beberapa tahun terakhir. Otoritas kesehatan mengimbau masyarakat untuk tidak memberi makan satwa liar, menjaga jarak aman dari hewan yang berkeliaran, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gigitan atau kontak dengan hewan liar yang dicurigai terinfeksi rabies. (hanoum/arrahmah.id)