Memuat...

Ketua Komisi Fatwa MUI KH Junaidi Wafat

Ameera
Ahad, 16 Agustus 2026 / 4 Rabiulawal 1448 15:05
Ketua Komisi Fatwa MUI KH Junaidi Wafat
Ketua Komisi Fatwa MUI KH Junaidi Wafat

JAKARTA (Arrahmah.id) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) berduka. Ketua Komisi Fatwa MUI, KH Junaidi, berpulang ke Rahmatullah pada Ahad, 16 Agustus 2026, pukul 08.45 WIB.

Kabar duka tersebut dikonfirmasi langsung oleh Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof. KH Asrorun Niam Sholeh. Saat dikonfirmasi oleh MUI Digital di Jakarta, Ahad, Prof Niam membenarkan kabar wafatnya KH Junaidi.

"Ya benar," ujar Prof Niam.

Selain mengabdikan diri di MUI, almarhum KH Junaidi dikenal luas sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Jatipulo, Cakung, Binuang, Serang, Banten.

Kiprahnya di bidang keilmuan dan dakwah membuat sosoknya dikenal di kalangan ulama serta masyarakat Muslim.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi jajaran pengurus MUI dan umat Islam di Indonesia.

Sosoknya dikenang sebagai ulama yang memiliki integritas tinggi, teguh dalam keilmuan, serta senantiasa tampil sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Prof Niam mengenang KH Junaidi sebagai figur ulama yang memiliki kedalaman ilmu keagamaan yang luar biasa. Dalam berbagai pembahasan hukum Islam maupun proses pengambilan keputusan fatwa, pandangan almarhum selalu dibangun di atas argumentasi keilmuan yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Setiap ucapan dan penyampaian almarhum selalu merujuk pada kitab-kitab klasik (turats) dengan referensi keilmuan yang sangat kaya. Beliau sosok ulama faqih, ikhlas, aktif, zuhud, dan wara’," kata Prof Niam.

Menurut Prof Niam, keteguhan almarhum dalam memegang tradisi keilmuan Islam menjadi salah satu ciri yang sangat menonjol.

Pengetahuan yang luas terhadap khazanah kitab-kitab turats menjadi landasan dalam menyampaikan pandangan, khususnya dalam persoalan hukum Islam dan fatwa.

Kepergian KH Junaidi menjadi kehilangan besar bagi MUI dan dunia keulamaan di Indonesia. Dedikasi, kesederhanaan, serta kontribusinya dalam pengembangan keilmuan Islam diharapkan terus dikenang dan menjadi teladan bagi generasi ulama berikutnya.

MUI menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya KH Junaidi. Semoga seluruh amal ibadah, pengabdian, dan perjuangan almarhum diterima oleh Allah SWT, diampuni segala kekhilafannya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

"Semoga jadi ahlil jannah," ujar Prof Niam.

(ameera/arrahmah.id)