Memuat...

Qatar Bantah Tahan Pilot Iran, Klaim Temukan Jasad Salah Satu Awak

Hanoum
Ahad, 16 Agustus 2026 / 4 Rabiulawal 1448 04:07
Qatar Bantah Tahan Pilot Iran, Klaim Temukan Jasad Salah Satu Awak
Majed bin Mohammed Al Ansari, Penasihat Perdana Menteri dan Juru Bicara Resmi Kementerian Luar Negeri. [Foto: Gulf Times]

DOHA (Arrahmah.id) -- Qatar membantah tuduhan Iran bahwa tiga pilot militer Iran yang pesawatnya jatuh pada Maret 2026 masih ditahan di negara tersebut. Pemerintah Qatar menyatakan tim pencarian dan penyelamatan justru menemukan jasad salah satu pilot dan telah menghubungi Teheran untuk mengatur pemulangan jenazah.

Polemik itu bermula dari klaim otoritas Iran pada Sabtu (15/8/2026) yang menyebut tiga pilot Iran masih berada dalam tahanan Qatar setelah pesawat mereka jatuh dalam sebuah operasi pada 2 Maret. Iran kemudian meminta Qatar membebaskan para pilot tersebut dan dilaporkan meminta bantuan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) untuk menyelidiki dugaan penahanan itu.

Qatar melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri sekaligus penasihat Perdana Menteri, Majed bin Mohammed Al-Ansari, membantah tuduhan tersebut. Ia mengatakan klaim mengenai penahanan pilot Iran tidak benar dan muncul ketika upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan kawasan sedang berlangsung.

“Kami dengan tegas membantah klaim yang beredar mengenai penahanan pilot Iran dan terkejut dengan pernyataan menyesatkan tersebut pada saat ini, di tengah upaya dan inisiatif diplomatik yang sedang berlangsung untuk meredakan ketegangan di kawasan,” kata Majed bin Mohammed Al-Ansari, dikutip dari Gulf Times (15/8).

Menurut keterangan Qatar, pesawat Iran sebelumnya memasuki wilayah udara Qatar dan tidak merespons upaya komunikasi. Setelah insiden tersebut, tim pencarian dan penyelamatan Qatar menemukan jasad salah satu pilot.

Doha kemudian menghubungi pemerintah Iran untuk mengoordinasikan penyerahan jenazah, tetapi hingga laporan tersebut diterbitkan belum memperoleh tanggapan dari Teheran mengenai insiden maupun kerja sama untuk mengklarifikasi keadaan operasionalnya.

Media Iran sebelumnya menyebut tiga awak pesawat yang diduga masih hidup sebagai Jawad Salehi, Abdulmajid Dashtian, dan Omran Beh Roshniyan. Mereka dilaporkan terkait dua pesawat Su-24 yang jatuh dalam operasi pada 2 Maret. Namun, versi mengenai nasib ketiganya kini menjadi sengketa antara Teheran dan Doha.

Perselisihan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan negara-negara Teluk. Qatar sebelumnya juga beberapa kali menegaskan bahwa negaranya tidak terlibat dalam operasi militer terhadap Iran dan berupaya mempertahankan peran sebagai mediator dalam konflik regional. Pada Juli lalu, Kantor Media Internasional Qatar menolak laporan yang menyebut Doha bersedia terlibat dalam operasi militer terhadap Iran.

Kasus tiga pilot tersebut kini menghadirkan dua versi yang belum terverifikasi secara independen: Iran menyatakan para pilot ditangkap hidup-hidup, sementara Qatar mengatakan tidak menahan mereka dan telah menemukan jasad salah satu pilot. Perbedaan keterangan ini membuat status dua pilot lainnya serta keadaan sebenarnya ketika pesawat mereka jatuh masih menjadi pertanyaan. (hanoum/arrahmah.id)