Memuat...

Hijab Muslimah di Cardiff Dicopot Paksa, Dua Orang Ditangkap

Hanoum
Ahad, 16 Agustus 2026 / 4 Rabiulawal 1448 04:20
Hijab Muslimah di Cardiff Dicopot Paksa, Dua Orang Ditangkap
Tangkapan Layar. [Foto: Youtube]

WALES (Arrahmah.id) -- Seorang perempuan Muslim di Cardiff, Wales, dilaporkan menjadi korban serangan yang diduga bermotif Islamofobia setelah dua orang membuntutinya dengan kendaraan, melontarkan hinaan, kemudian menyerangnya dan memaksa melepas hijabnya di hadapan anak-anak. Polisi disebut telah menangkap dua orang terkait insiden tersebut.

Dilansir Nation Cmyru (16/8/2026), insiden bermula ketika korban sedang berjalan pada siang hari dan menyadari dirinya diikuti oleh dua orang menggunakan kendaraan. Keduanya diduga meneriakkan penghinaan kepadanya. Korban kemudian mencoba memotret kendaraan yang digunakan pelaku sebagai bukti.

Situasi berubah menjadi kekerasan setelah kedua orang tersebut menyadari bahwa korban mengambil gambar. Mereka disebut turun dari kendaraan, mengejar korban, kemudian melakukan serangan fisik. Keluarga korban mengatakan perempuan tersebut dipukul berulang kali, sementara hijabnya ditarik hingga terlepas.

Suami korban mengatakan tindakan tersebut dilakukan di hadapan anak-anak. Suami korban menuturkan, “Ketika mereka menyadari bahwa dia mengambil foto, mereka berlari ke arahnya sambil meneriakkan hinaan dan menyerangnya. Dia dipukul berulang kali. Keduanya memeganginya sambil berteriak, ‘lepaskan syalnya’, lalu merobek hijab dari kepalanya. Semuanya terjadi di depan anak-anak.”

Peristiwa tersebut kini mendapat perhatian karena menyangkut dugaan kekerasan yang menargetkan identitas keagamaan korban. Jika unsur kebencian agama terbukti dalam penyelidikan, kasus itu dapat diproses sebagai hate crime, meskipun penetapan motif dan pasal tetap menjadi kewenangan aparat penegak hukum.

Kasus tersebut juga muncul di tengah kekhawatiran mengenai meningkatnya pelecehan terhadap Muslim di Inggris dan Wales. Al Jazeera sebelumnya melaporkan bahwa perempuan Muslim, terutama mereka yang mengenakan hijab, menghadapi kerentanan khusus karena identitas keagamaannya lebih mudah terlihat di ruang publik.

Dalam konteks Wales, pengalaman serupa bukan sepenuhnya baru. Catatan parlemen Inggris sebelumnya mendokumentasikan berbagai laporan penghinaan rasial terhadap warga Muslim di Cardiff dan wilayah Wales lainnya, termasuk kasus perempuan dan anak perempuan yang hijabnya dirampas secara paksa. (hanoum/arrahmah.id)