Memuat...

IIA Rayakan 5 Tahun Kekuasaan, Sebut Afghanistan Bebas dari Pendudukan

Hanoum
Ahad, 16 Agustus 2026 / 4 Rabiulawal 1448 04:28
IIA Rayakan 5 Tahun Kekuasaan, Sebut Afghanistan Bebas dari Pendudukan
Warga Afghanistan turun ke jalan merayakan hari kemerdekaan mereka. [Foto: Reuters]

KABUL (Arrahmah.id) -- Pemerintah Taliban atau Imarah Islam Afghanistan (IIA) pada Sabtu (15/8/2026), memperingati lima tahun pengambilalihan kekuasaan di Afghanistan dengan menyebut 15 Agustus sebagai Hari Kemenangan. Dalam pernyataan resmi, IIA mengatakan jatuhnya Kabul pada 2021 merupakan pembebasan Afghanistan dari “pendudukan Amerika” dan menegaskan komitmennya mempertahankan pemerintahan berbasis syariah serta menjaga wilayah negara dari campur tangan asing.

Dilansir Reuters (15/8), pernyataan yang dikeluarkan IIA itu merujuk pada 24 Asad 1400 dalam kalender Solar Hijri, yang bertepatan dengan 15 Agustus 2021. IIA menyatakan pada hari tersebut pasukannya merebut kembali Kabul dan sejumlah provinsi setelah pasukan Amerika Serikat dan sekutunya menyelesaikan penarikan dari Afghanistan setelah hampir 20 tahun perang.

Dalam pesannya, pemerintah IIA menyampaikan ucapan selamat kepada rakyat Afghanistan, para pejuang IIA, keluarga korban perang, janda dan anak yatim. Mereka juga menyerukan agar masyarakat terus mendukung pemerintahan yang mereka sebut sebagai pemerintahan berbasis syariah.

“Lima tahun lalu, pada hari ini, melalui pertolongan Allah Yang Mahakuasa serta perjuangan dan pengorbanan rakyat Afghanistan yang pemberani, Afghanistan dibebaskan dari pendudukan Amerika,” demikian pernyataan IIA mengenai makna peringatan tersebut.

IIA juga menyatakan Afghanistan ingin hidup berdampingan dengan seluruh negara dalam suasana damai. Pemerintah di Kabul menegaskan tidak akan mengizinkan wilayah Afghanistan digunakan untuk menyerang negara lain dan meminta negara-negara lain menghormati wilayah, ruang udara, serta kepentingan Afghanistan.

Peringatan tahun ini berlangsung ketika IIA berupaya menunjukkan bahwa pemerintahannya mampu mempertahankan keamanan dan menjalankan pemerintahan setelah lima tahun berkuasa.

Reuters melaporkan perayaan digelar di Kabul, termasuk parade dan seremoni yang menampilkan kekuatan militer IIA. Menteri Dalam Negeri Sirajuddin Haqqani mengakui masih terdapat berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah, tetapi menyebut perjalanan IIA menuju kekuasaan didukung oleh semangat, keberanian, dan bantuan Tuhan.

Al Jazeera melaporkan bahwa persoalan pendanaan bantuan juga semakin serius. UN Women memperingatkan lebih dari separuh organisasi perempuan yang masih beroperasi di Afghanistan berpotensi menghentikan kegiatan atau tutup dalam satu tahun mendatang jika kekurangan dana terus berlangsung.

Dari sisi keamanan, kekuasaan IIA juga belum sepenuhnya menghilangkan ancaman bersenjata. Al Jazeera mencatat kelompok-kelompok oposisi bersenjata masih muncul di sejumlah wilayah, sementara Islamic State-Khorasan tetap menjadi salah satu ancaman keamanan. Menjelang peringatan lima tahun tersebut, dua pejabat IIA di Provinsi Badakhshan juga tewas dalam serangan terpisah.

Secara diplomatik, posisi IIA juga mengalami perubahan dibandingkan tahun-tahun awal setelah mengambil alih Kabul. Beberapa negara meningkatkan hubungan dan kontak dengan pemerintah IIA terutama negara-negara kawasan, meskipun pengakuan internasional formal masih sangat terbatas. Rusia menjadi negara pertama yang secara resmi mengakui pemerintahan IIA pada 2025, sementara sejumlah negara lain tetap mempertahankan hubungan diplomatik atau kontak teknis tanpa memberikan pengakuan penuh. (hanoum/arrahmah.id)