HASAKAH (Arrahmah.id) -- Sedikitnya 10 hingga 12 personel Kementerian Pertahanan Suriah dilaporkan terluka setelah kendaraan militer yang mereka tumpangi diserang oleh sekelompok pria bersenjata tak dikenal di Provinsi Hasakah, Suriah timur laut. Serangan tersebut menambah daftar insiden keamanan yang terus terjadi di wilayah yang menjadi titik pertemuan berbagai kelompok bersenjata dan kekuatan militer di negara yang masih dilanda konflik berkepanjangan itu.
Menurut Hawar News (18/6/2026), serangan terjadi pada Rabu (18/6) di ruas jalan antara Tel Tamr dan Serekaniye (Ras al-Ain), wilayah yang berada di dekat garis kontak antara pasukan pemerintah Suriah, kelompok bersenjata lokal, dan faksi-faksi yang didukung Turki. Para pelaku menyergap sebuah bus militer yang mengangkut anggota Kementerian Pertahanan Suriah sebelum melepaskan tembakan ke arah kendaraan tersebut.
Akibat serangan itu, sedikitnya 10 personel militer mengalami luka-luka dengan beberapa di antaranya dilaporkan mengalami cedera serius. Korban segera dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis, sementara aparat keamanan melancarkan operasi pencarian terhadap para pelaku.
“Kelompok bersenjata tak dikenal menyerang bus yang membawa anggota Kementerian Pertahanan di jalan Tel Tamr–Serekaniye, mengakibatkan sejumlah personel mengalami luka-luka,” demikian pernyataan yang dikutip Hawar News Agency dari sumber keamanan setempat.
Menurut BasNews dan Shafaq News, hingga kini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Identitas para pelaku juga masih belum diketahui. Aparat keamanan Suriah dan pasukan yang beroperasi di kawasan itu telah meningkatkan patroli untuk mencegah kemungkinan serangan lanjutan.
Wilayah Hasakah selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu daerah paling kompleks di Suriah karena keberadaan berbagai aktor bersenjata, termasuk pasukan pemerintah Suriah, Pasukan Demokratik Suriah (SDF), kelompok-kelompok bersenjata lokal, serta unsur-unsur yang diduga terkait dengan sisa jaringan kelompok militan Islamic State (ISIS). Kondisi tersebut membuat insiden keamanan dan penyergapan terhadap konvoi militer masih sering terjadi.
Al Sourya melaporkan bahwa serangan dilakukan secara tiba-tiba ketika kendaraan militer melintasi jalur yang relatif sepi. Para pelaku kemudian melarikan diri dari lokasi sebelum pasukan keamanan tiba. Otoritas setempat kini tengah mengumpulkan bukti dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.
Insiden ini terjadi ketika pemerintah Suriah berupaya memperkuat kontrol keamanan di wilayah timur laut pasca membaiknya hubungan diplomatik Damaskus dengan sejumlah negara kawasan. Namun, keberadaan banyak aktor bersenjata di lapangan membuat upaya stabilisasi masih menghadapi hambatan besar.
Pihak Kementerian Pertahanan Suriah hingga kini belum mengeluarkan rincian resmi mengenai jumlah pasti korban maupun identitas para pelaku. Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap motif serangan serta jaringan yang berada di balik aksi penyergapan tersebut. (hanoum/arrahmah.id)
