Memuat...

Mengapa Suriah Tolak Intervensi di Lebanon Meski Didesak AS?

Zarah Amala
Kamis, 18 Juni 2026 / 3 Muharam 1448 10:45
Mengapa Suriah Tolak Intervensi di Lebanon Meski Didesak AS?
Trump menyarankan agar pasukan Suriah memasuki Lebanon untuk memerangi Hizbullah [Getty]

WASHINGTON (Arrahmah.id) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan usulan kontroversial agar Suriah melakukan intervensi militer di Lebanon guna menghadapi Hizbullah. Pernyataan ini muncul setelah spekulasi berpekan-pekan mengenai keterlibatan Damaskus, kendati pemerintah Suriah berulang kali membantah memiliki intensi untuk terseret dalam konflik regional tersebut.

Dalam pernyataannya pada Selasa (16/6/2026), Trump mengkritik tajam strategi militer 'Israel' dalam melawan Hizbullah. Trump menilai 'Israel' telah bertempur terlalu lama dan menyebabkan terlalu banyak korban jiwa sipil. Ia menyoroti serangan 'Israel' ke Beirut dan pinggiran selatannya yang dinilai menargetkan blok apartemen yang dihuni warga sipil yang bukan seluruhnya anggota Hizbullah.

Wacana intervensi ini muncul di tengah mencairnya hubungan antara Washington dan Damaskus. Sejak Presiden Suriah saat ini, Ahmad Asy-Syaraa, yang berhasil menggulingkan rezim Bashar al-Assad pada Desember 2024, hubungan kedua negara mengalami perbaikan signifikan. Trump dan Syaraa dilaporkan telah bertemu tiga kali dan disebut memiliki kecocokan hubungan personal.

Namun, di lapangan, Syaraa dengan tegas menepis desas-desus intervensi tersebut. "Apa yang disebarkan mengenai Suriah masuk ke Lebanon tidak lebih dari sekadar rumor," ujarnya pekan lalu.

Para pengamat dan internal Suriah memandang usulan Trump sebagai langkah yang sangat berbahaya. Setelah 14 tahun perang saudara yang menghancurkan, publik Suriah tidak memiliki selera untuk terlibat dalam konflik asing.

Penulis Suriah, Robin Yassin-Kassab, menyebut tindakan tersebut sangat tidak bijak jika dilakukan demi kepentingan 'Israel', negara yang menduduki wilayah Lebanon dan Suriah.

Mengingat komposisi sekterian yang kompleks, tentara Suriah yang masuk ke Lebanon dikhawatirkan akan dipersepsikan oleh kelompok Kristen, Druze, dan Syiah Lebanon sebagai pasukan jihadis Sunni.

Intervensi Suriah di Lebanon pada 1976 berakhir dengan kebencian publik yang mendalam. Setelah pendudukan militer selama puluhan tahun pasca-perang saudara, Suriah akhirnya dipaksa menarik pasukannya pada 2005 menyusul pembunuhan mantan PM Lebanon Rafik al-Hariri.

"Tidak mungkin pemerintah Suriah melakukan itu. Anda bisa mengkritik Ahmed al-Sharaa dalam banyak hal, tetapi dia tidak bodoh, dan Anda harus bodoh untuk melakukan apa yang dibicarakan Trump," tegas Yassin-Kassab.

Ketegangan antara Suriah dan Hizbullah memiliki sejarah yang panjang dan berdarah. Selama perang saudara Suriah, Hizbullah bersama kelompok bersenjata yang didukung Iran secara aktif melakukan intervensi membela rezim Bashar al-Assad. Mereka terlibat dalam pertempuran sengit melawan Free Syrian Army dan kelompok pemberontak lainnya, bahkan berpartisipasi dalam pengepungan kota-kota oposisi yang menyebabkan kelaparan massal.

Saat ini, meski hubungan diplomatik AS-Suriah membaik, tantangan besar bagi kepemimpinan baru Suriah adalah menjaga kedaulatan tanpa harus kembali terseret dalam permainan proksi regional yang pernah menghancurkan negara mereka selama lebih dari satu dekade. (zarahamala/arrahmah.id)