Memuat...

Mengukir Sejarah Tahun Baru 1448 Hijriah

Oleh Ustadz Irfan S AwwasKatib Aam Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) Majelis Mujahidin
Selasa, 16 Juni 2026 / 1 Muharam 1448 14:58
Mengukir Sejarah Tahun Baru 1448 Hijriah
Mengukir Sejarah Tahun Baru 1448 Hijriah

Hari ini, waktu kembali membawa kita pada sebuah gerbang yang sakral. Di hadapan kita terbentang 365 hari yang masih suci, bersih, tanpa noda. Kita berada di ambang 1 Muharram 1448 Hijriah.

Ketika kalender berganti, mungkin kita hanya melihatnya sebagai pergantian angka. Namun bagi seorang mukmin, pergantian tahun hijriah adalah sebuah alarm keras yang mengetuk pintu hati kita. Ia berbisik: “Sudah sejauh mana engkau melangkah? Dan ke mana arah langkahmu selama ini?”

Makna Hijrah: Bukan Sekadar Kisah Masa Lalu

1448 tahun yang lalu, Rasulullah ﷺ bersama para sahabat meninggalkan rumah, harta, dan tanah kelahiran mereka di Makkah menuju Madinah. Itu bukan pelarian karena kalah. Itu adalah strategi besar untuk menjemput kemenangan. Itu adalah pengorbanan demi mempertahankan akidah.

Hari ini, kita tidak diminta untuk memanggul senjata atau berjalan kaki ratusan kilometer membelah gurun pasir. Hijrah kita hari ini adalah Hijrah Maknawi—hijrahnya hati, pikiran, dan perbuatan.

"Seorang muslim yang sejati adalah yang menyelamatkan orang lain dari lisan dan tangannya. Dan seorang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah." (HR. Bukhari)

Jika tahun lalu kita masih sering menunda shalat, bahkan jarang shalat jamaah di masjid, maka 1448 Hijriah adalah saatnya kita berdiri di saf terdepan. Jika tahun lalu lisan kita masih sering menyakiti, jemari kita masih sering menyebar fitnah di media sosial, maka di tahun baru ini jadikan lisan dan ketikan kita sebagai sumber kedamaian.

Mari kita jujur pada diri sendiri. Coba tengok lembaran tahun 1447 Hijriah yang baru saja ditutup.
Berapa banyak waktu yang kita sia-siakan untuk hal yang tak berguna?

Berapa kali kita membuat orang tua atau keluarga kita menangis karena ego kita?

Dan seberapa sering kita melupakan Allah saat kita sedang bahagia?

Kita tidak tahu apakah nama kita akan tertulis di lembaran 1448 Hijriah ini sampai akhir, atau justru ajal kita akan menjemput di pertengahan tahun. Waktu tidak pernah menunggu kita, kitalah yang sedang berkejaran dengan waktu.

Untuk memastikan tahun ini menjadi tahun terbaik dalam hidup kita, mari kita tancapkan tiga tekad kuat di dalam hati:

  1. Perbaiki Hubungan dengan Allah (Hablum minallah): Jangan biarkan sajadah kita kering dari air mata tobat. Perbaiki shalat lima waktu kita, karena shalat adalah jangkar kehidupan.
  2. Perbaiki Hubungan dengan Manusia (Hablum minannas): Lapangkan dada untuk memaafkan masa lalu. Sambung kembali silaturahmi yang sempat terputus. Jadilah manusia yang paling bermanfaat bagi sesama.
  3. Tingkatkan Kualitas Diri (Upgrade Diri): Jangan jadi muslim yang jalan di tempat. Tambah hafalan ayat kita, perdalam ilmu kita, dan tingkatkan etos kerja kita demi kejayaan umat.

Seruan Memanen Pahala: Puasa Tasu'a dan Asyura

Sebagai langkah nyata mengawali tahun 1448 Hijriah ini, Allah SWT telah membentangkan karpet merah bagi kita untuk menghapus dosa-dosa masa lalu. Di bulan Muharram yang mulia ini, ada satu hari yang sangat istimewa, yaitu hari Asyura pada tanggal 10 Muharram.

Rasulullah ﷺ bersabda mengenai dahsyatnya puasa di hari tersebut:

"Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar Ia menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim)

Bayangkan! Hanya dengan menahan lapar dan dahaga selama satu hari, Allah dengan kemurahan-Nya berkenan mengampuni dosa-dosa kita selama setahun penuh yang telah lewat. Ini adalah obral ampunan yang tidak boleh kita lewatkan.

Oleh karena itu, mari kita pasang niat dari sekarang. Mari kita ajak keluarga, pasangan, anak-anak, dan sahabat kita untuk menghidupkan sunnah ini. Dan sebagai pembeda dari kaum Yahudi, Rasulullah ﷺ juga menganjurkan kita untuk berpuasa satu hari sebelumnya, yaitu Puasa Tasu'a pada tanggal 9 Muharram.

Mari kita jadikan momentum 9 dan 10 Muharram nanti sebagai ajang “pembersihan massal” spiritual kita, agar langkah kita mengarungi tahun 1448 Hijriah menjadi lebih ringan, berkah, dan dinaungi ridha Allah SWT.

Masa lalu telah runtuh dan menjadi sejarah. Masa depan masih ghaib dan penuh teka-teki. Yang kita miliki adalah hari ini, saat ini. Jangan biarkan 1 Muharram 1448 Hijriah berlalu begitu saja tanpa ada getaran di dalam dada untuk berubah. Angkat tangan kita, ketuk pintu langit, dan katakan dengan penuh keyakinan:

"Ya Allah, jadikan tahun 1448 Hijriah ini sebagai saksi perubahanku. Ampunilah hamba yang penuh dosa di masa lalu, dan bimbinglah setiap langkah kaki hamba menuju rida-Mu di tahun yang baru ini."

Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Mari kita melangkah dengan iman yang lebih kuat, ikhtiar yang lebih gigih, dan tawakal yang lebih pasrah. Allahu Akbar.

Yogyakarta, Selasa 1 Muharram 1448 H / 16 Juni 2026 M
IRFAN S. AWWAS

(*/arrahmah.id)