Memuat...

'Israel' Simpan Jenazah 1.700 Warga Palestina untuk Pertukaran

Hanoum
Rabu, 12 Agustus 2026 / 29 Safar 1448 04:16
'Israel' Simpan Jenazah 1.700 Warga Palestina untuk Pertukaran
Seorang pria melihat kantong-kantong jenazah berisi sisa-sisa manusia setelah pertahanan sipil menggali kuburan di dalam Rumah Sakit al-Ahli untuk memindahkan jenazah ke tempat pemakaman resmi di Kota Gaza pada 7 Desember 2025. [Foto: AFP]

TEL AVIV (Arrahmah.id) -- 'Israel' dilaporkan masih menyimpan jenazah sekitar 1.700 warga Palestina untuk kemungkinan digunakan dalam pertukaran pada masa mendatang, menurut laporan Haaretz (11/8/2026). Informasi tersebut mencuat meski saat ini tidak ada sandera 'Israel' yang diketahui masih ditahan kelompok perlawanan Palestina Hamas, sehingga kebijakan penyimpanan jenazah itu memicu pertanyaan mengenai dasar hukum dan tujuan strategisnya.

Laporan tersebut menyebut sebagian besar jenazah merupakan warga Palestina dari Jalur Gaza yang diduga terlibat dalam serangan 7 Oktober 2023 atau pertempuran setelahnya. Namun, sebagian lainnya disebut tidak diketahui terlibat dalam pertempuran. Jenazah-jenazah tersebut dilaporkan berada dalam penguasaan 'Israel' untuk kemungkinan pertukaran di masa depan.

Menurut laporan Haaretz, isu penyimpanan jenazah dibahas di kalangan aparat keamanan 'Israel'. Kepala Shin Bet David Zini dilaporkan mendukung kebijakan mempertahankan jenazah sebagai langkah antisipasi apabila warga 'Israel' kembali ditangkap atau dinyatakan hilang pada masa mendatang. Militer 'Israel' juga disebut mendukung posisi tersebut.

Laporan itu sekaligus menyoroti persoalan hukum. Sejumlah sumber hukum yang dikutip Haaretz mempertanyakan kewenangan pemerintah 'Israel' untuk mempertahankan jenazah warga Palestina yang tidak terbukti terlibat dalam pertempuran. Menurut pandangan tersebut, penahanan jenazah dalam kasus semacam itu membutuhkan kebijakan resmi dari Kabinet Keamanan 'Israel'.

Persoalan jenazah telah menjadi bagian penting dalam berbagai kesepakatan pertukaran antara Israel dan kelompok Palestina. Dalam kesepakatan gencatan senjata sebelumnya, pengembalian jenazah sandera 'Israel' juga dikaitkan dengan pengembalian jenazah warga Palestina. Pada Oktober 2025, misalnya, 'Israel' menyerahkan puluhan jenazah warga Palestina ke Gaza melalui mekanisme yang melibatkan Komite Internasional Palang Merah.

“Untuk setiap sandera 'Israel' yang jenazahnya dikembalikan, Israel akan mengembalikan jenazah 15 warga Gaza,” demikian ketentuan dalam rencana perdamaian Gaza yang sebelumnya diberitakan The Times of Israel.

Sebelumnya, dalam salah satu tahap pertukaran, 'Israel' juga menyerahkan jenazah warga Palestina ke Gaza. Kantor berita Qatar News Agency melaporkan pada November 2025 bahwa 45 jenazah tambahan diserahkan melalui Komite Internasional Palang Merah, sehingga jumlah jenazah yang telah diterima Gaza ketika itu mencapai 270, meski sebagian besar belum berhasil diidentifikasi.

Laporan terbaru mengenai sekitar 1.700 jenazah tersebut muncul dalam konteks persoalan yang lebih luas mengenai orang-orang Palestina yang tewas atau hilang selama perang Gaza. Sebuah laporan The Guardian sebelumnya menyebut sedikitnya 98 warga Palestina meninggal dalam tahanan 'Israel' sejak Oktober 2023 berdasarkan data 'Israel' dan penelitian kelompok hak asasi manusia, sementara ratusan lainnya dari Gaza masih belum diketahui keberadaannya.

Dari sisi 'Israel', penyimpanan jenazah dikaitkan dengan pertimbangan keamanan dan kemungkinan kebutuhan pertukaran pada masa depan. Namun, dari perspektif keluarga Palestina dan organisasi hak asasi manusia, persoalan tersebut menyangkut hak keluarga untuk mengetahui keberadaan anggota keluarga mereka serta memperoleh jenazah untuk dimakamkan.

Hingga laporan ini disusun, angka sekitar 1.700 tersebut masih merupakan angka yang berasal dari laporan media yang mengutip sumber keamanan 'Israel' dan belum dapat diverifikasi secara independen. Karena itu, angka tersebut perlu diperlakukan sebagai laporan, bukan sebagai jumlah resmi yang telah dikonfirmasi oleh seluruh pihak. (hanoum/arrahmah.id)