Memuat...

Menteri 'Israel': Perang dengan Suriah Tinggal Menunggu Waktu

Hanoum
Sabtu, 20 Juni 2026 / 5 Muharam 1448 04:26
Menteri 'Israel': Perang dengan Suriah Tinggal Menunggu Waktu
Amichai Chikli. [Foto: X]

YERUSALEM (Arrahmah.id) -- Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Menteri Urusan Diaspora 'Israel', Amichai Chikli, menyatakan bahwa perang antara 'Israel' dan Suriah akan terjadi “cepat atau lambat”. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah memanasnya dinamika keamanan kawasan, termasuk meningkatnya persaingan geopolitik 'Israel' dengan Turki di wilayah Suriah serta upaya diplomatik yang sedang berlangsung untuk meredakan ketegangan antara Damaskus dan Tel Aviv.

Dilansir Al Mayadeen (20/6/2026), Amichai Chikli, yang merupakan anggota Partai Likud pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, menyampaikan pandangan tersebut dalam wawancara media 'Israel' pada pertengahan Juni 2026.

Menurut Chikli, Suriah dan Turki saat ini menjadi tantangan strategis yang lebih besar bagi 'Israel' dibandingkan Iran pasca-kesepakatan terbaru antara Washington dan Teheran. Ia menilai perkembangan politik dan militer di Suriah berpotensi mengancam kepentingan keamanan 'Israel' di masa mendatang.

Dalam pernyataannya, Chikli secara terbuka mengungkapkan keyakinannya bahwa konflik bersenjata dengan Suriah pada akhirnya tidak dapat dihindari.

“Kami akan berperang dengan Suriah cepat atau lambat,” kata Amichai Chikli, sebagaimana dikutip Al Mayadeen.

Pernyataan tersebut segera memicu perhatian luas karena disampaikan saat berbagai pihak internasional justru mendorong dialog dan deeskalasi antara kedua negara.

Komentar Chikli muncul ketika hubungan Israel-Suriah berada dalam fase yang kompleks. Di satu sisi, Amerika Serikat diketahui memfasilitasi mekanisme komunikasi dan pembicaraan keamanan antara kedua negara guna mengurangi risiko bentrokan militer. Namun di sisi lain, serangan 'Israel' di wilayah Suriah serta perselisihan mengenai zona penyangga dan pengaruh aktor regional terus menjadi sumber ketegangan.

Ketegangan antara kedua negara sebenarnya telah berlangsung selama bertahun-tahun. Setelah perubahan politik besar di Suriah dan meningkatnya aktivitas militer di wilayah selatan negara itu, 'Israel' beberapa kali melakukan operasi militer yang diklaim bertujuan melindungi kepentingan keamanannya.

Berbagai laporan internasional juga mencatat meningkatnya aktivitas militer dan insiden lintas batas yang memperbesar risiko salah perhitungan antara kedua pihak.

Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Suriah terkait pernyataan terbaru Chikli. Namun pernyataan seorang menteri kabinet 'Israel' yang secara terbuka memprediksi perang dengan Suriah diperkirakan akan menjadi perhatian komunitas internasional, terutama ketika berbagai upaya diplomatik masih terus dilakukan untuk mencegah konflik baru di Timur Tengah. (hanoum/arrahmah.id)