KABUL (Arrahmah.id) - Zabihullah Mujahid, juru bicara Imarah Islam, mengatakan pertemuan regional dapat berdampak positif pada hubungan antar negara di kawasan dan membantu memperluas kerja sama ekonomi serta memperkuat kepercayaan diplomatik.
Berbicara kepada Tolo News, Mujahid menekankan bahwa Afghanistan harus berpartisipasi dalam semua pertemuan regional untuk memastikan representasi rakyat Afghanistan dan untuk mengambil bagian dalam rencana dan inisiatif yang berkaitan dengan masa depan kawasan.
“Kami menginginkan partisipasi dalam pertemuan-pertemuan ini dan menginginkan arahan dan keputusan yang diadopsi di sana untuk mempertimbangkan posisi Afghanistan, karena dengan demikian dapat meningkatkan manfaat dan efektivitas pertemuan tersebut,” katanya, seperti dilansir Tolo News (6/6/2026).
Sementara itu, Kementerian Ekonomi mengatakan perkembangan di Afghanistan terkait langsung dengan keamanan dan stabilitas regional, dan oleh karena itu diskusi tentang isu-isu regional tidak dapat menghasilkan hasil yang komprehensif dan berkelanjutan tanpa partisipasi Afghanistan.
Abdul Latif Nazari, wakil menteri urusan profesional kementerian tersebut, mengatakan: “Kita hidup di era globalisasi, dan stabilitas regional terkait erat dengan Afghanistan. Terdapat saling ketergantungan antara Afghanistan dan negara-negara di kawasan ini. Oleh karena itu, perwakilan dari Imarah Islam harus hadir di semua pertemuan agar pandangan Afghanistan dapat disampaikan kepada negara-negara regional sementara Afghanistan tetap mendapat informasi tentang perkembangan regional.”
Beberapa analis politik juga menekankan pentingnya partisipasi Afghanistan dalam forum regional.
Analis politik Dawood Shiraz mengatakan: “Pertemuan diadakan, tetapi tidak ada perwakilan dari Afghanistan yang diundang. Ini tidak adil karena jika ada kekhawatiran, hal itu harus diatasi melalui dialog dan partisipasi dalam pertemuan tersebut.”
Analis politik lainnya, Samiullah Ahmadzai, mengatakan: “Pertemuan apa pun yang diadakan tanpa partisipasi Imarah Islam tidak dapat menghasilkan hasil yang diinginkan, karena banyak isu regional terkait langsung dengan Afghanistan dan harus dibahas dengan keterlibatannya.”
Pernyataan tersebut muncul setelah kantor berita Rusia TASS melaporkan bahwa Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO), Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS), dan Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) berencana untuk mengadakan pertemuan akhir tahun ini mengenai keamanan Asia Tengah dan situasi di Afghanistan. (haninmazaya/arrahmah.id)
