Memuat...

Citra Satelit Tunjukkan Kerusakan Fasilitas Militer AS di Qatar dan Yordania Pascaserangan Iran

Zarah Amala
Senin, 20 Juli 2026 / 6 Safar 1448 12:00
Citra Satelit Tunjukkan Kerusakan Fasilitas Militer AS di Qatar dan Yordania Pascaserangan Iran
Citra satelit yang dirilis oleh media Iran menunjukkan kerusakan di Pangkalan Udara Al Udeid AS di Qatar. (Gambar: Media Iran)

TEHERAN (Arrahmah.id) - Media Iran pada Ahad (19/7/2026) merilis sejumlah citra satelit yang diklaim menunjukkan kerusakan luas pada fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah pascaserangan rudal dan pesawat nirawak (drone) oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Citra satelit tersebut memfokuskan kerusakan pada Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar. Laporan media Iran menyebutkan bahwa sebuah gudang sentral yang digunakan Angkatan Udara AS untuk menyimpan suku cadang dan peralatan logistik hancur akibat serangan rudal. Sebelumnya, pihak IRGC mengeklaim telah menghancurkan sistem radar jarak jauh, beberapa pesawat pengisian bahan bakar di udara, serta merusak sejumlah pesawat tempur lainnya di pangkalan tersebut pada Jumat lalu (17/7).

Di Yordania, citra satelit yang dirilis juga memperlihatkan kerusakan pada Pangkalan Udara Muwaffaq Salti (Pangkalan Udara Al-Azraq). Menurut IRGC, pangkalan ini menjadi sasaran dalam gelombang ke-20 Operasi Kemenangan (Operation Victory). Serangan tersebut diklaim menghantam hanggar pesawat dan area parkir pesawat besar, yang mengakibatkan kehancuran sedikitnya dua jet tempur dan tiga pesawat lainnya, serta kerusakan berat pada armada tambahan.

Selain Qatar dan Yordania, media Iran juga menampilkan bukti kerusakan fasilitas militer AS di Erbil, wilayah Kurdistan Irak, serta rekaman kebakaran di sebuah stasiun pembangkit listrik di Kuwait yang diduga akibat serangan terkoordinasi.

Pihak berwenang Amerika Serikat telah mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam rangkaian serangan tersebut. Pejabat AS melaporkan dua tentara Amerika tewas dan satu personel lainnya hilang dalam serangan di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti. Sementara itu, laporan dari Fox News menyebutkan setidaknya 13 personel militer AS terluka dalam serangan yang menyasar pangkalan-pangkalan di Kuwait, Bahrain, dan Yordania.

Di tengah meningkatnya eskalasi, Washington menyoroti peningkatan signifikan pada kapabilitas rudal Iran. Pejabat AS meyakini bahwa Teheran kini telah mengembangkan senjata hipersonik yang mampu bermanuver, dirancang khusus untuk mengelabui sistem pertahanan udara Amerika Serikat selama fase akhir penerbangan. Hingga saat ini, konfrontasi terbuka ini masih terus dipantau secara ketat oleh komunitas internasional di tengah kekhawatiran meluasnya konflik di kawasan. (zarahamala/arrahmah.id)