Memuat...

Dongkrak Pariwisata, Suriah Gelar Reli Motor Klasik Pertama

Hanoum
Sabtu, 25 Juli 2026 / 11 Safar 1448 03:44
Dongkrak Pariwisata, Suriah Gelar Reli Motor Klasik Pertama
Reli Sepeda Motor Harley Klasik pertama di Suriah dimulai. [Foto: SANA]

DAMASKUS (Arrahmah.id) -- Suriah menggelar reli motor klasik pertamanya pada Jumat (24/7/2026) sebagai bagian dari upaya pemerintah menghidupkan kembali sektor pariwisata yang sempat terpuruk akibat perang berkepanjangan dan sanksi internasional. Lebih dari 100 pengendara profesional dari Suriah dan sejumlah negara Arab ambil bagian dalam kegiatan yang menjadi simbol kebangkitan industri wisata negara tersebut.

Dilansir SANA (24/7), reli yang didominasi sepeda motor Harley-Davidson itu dimulai dari Kementerian Pariwisata di Damaskus sebelum melintasi sejumlah lokasi bersejarah dan destinasi wisata di Provinsi Homs dan Tartus.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari dan menjadi reli motor klasik pertama yang secara resmi diselenggarakan di Suriah sejak perubahan politik besar yang terjadi pasca runtuhnya pemerintahan Bashar al-Assad.

Pemerintah Suriah menyebut kegiatan tersebut bertujuan mempromosikan kekayaan sejarah, budaya, dan alam negara itu kepada wisatawan regional maupun internasional. Selain sebagai ajang komunitas otomotif, reli ini juga dimanfaatkan untuk menunjukkan bahwa sejumlah wilayah Suriah kini semakin aman dan siap menerima kunjungan wisatawan.

Menteri Pariwisata Suriah, Mazen Al Salhani, sebelumnya menegaskan bahwa sektor pariwisata menjadi salah satu pilar utama pemulihan ekonomi nasional.

"Warga Suriah di luar negeri adalah duta kami di seluruh dunia, dan meningkatnya jumlah wisatawan Arab maupun internasional menunjukkan bahwa Suriah secara bertahap kembali ke peta pariwisata regional dan global," ujar Mazen Al Salhani sebagaimana dikutip The National.

Penyelenggaraan reli motor ini berlangsung di tengah lonjakan signifikan jumlah wisatawan yang datang ke Suriah sepanjang 2026. Data Kementerian Pariwisata menunjukkan negara itu menerima sekitar 3,5 juta pengunjung pada semester pertama tahun ini, meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah wisatawan non-Arab melonjak dari sekitar 131 ribu menjadi 719 ribu orang, sementara wisatawan Arab mencapai lebih dari 664 ribu orang.

Kebangkitan sektor pariwisata tersebut didorong oleh berbagai kebijakan pemerintah, termasuk penyederhanaan prosedur visa, peningkatan konektivitas penerbangan internasional, rehabilitasi situs-situs bersejarah, serta pembangunan infrastruktur wisata baru. Sejumlah maskapai dari kawasan Teluk juga telah kembali membuka penerbangan ke Damaskus dalam dua tahun terakhir.

Media pemerintah Suriah, SANA, melaporkan bahwa reli motor klasik ini diikuti pengendara dari berbagai negara Arab dan menjadi bagian dari kampanye "Discover Syria" yang bertujuan memperkenalkan kembali destinasi-destinasi wisata Suriah kepada dunia internasional. Para peserta melewati sejumlah kawasan bersejarah yang selama ini menjadi ikon wisata Suriah. (hanoum/arrahmah.id)