SUMENEP (Arrahmah.id) - Tragedi kebakaran KM Mutiara Santosa 2 di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur, menyisakan kisah pilu sekaligus perjuangan hidup para korban selamat. Salah satunya dialami Bambang Susilo (36), kernet truk logistik yang berhasil lolos dari maut setelah nekat melompat ke laut dari kapal yang dilalap api.
Bambang harus bertahan hidup di tengah gelombang tinggi perairan Madura selama sekitar tiga hingga empat jam sebelum akhirnya diselamatkan oleh kapal yang melintas di lokasi kejadian.
Bambang menuturkan, kobaran api pertama kali muncul dari area dek bawah bagian belakang kapal, tepat di lokasi puluhan truk besar diparkir.
Dalam waktu singkat, api membesar dan merambat hingga membakar hampir seluruh badan kapal.
Melihat asap mulai membumbung tinggi, Bambang sempat berupaya menuju truk yang ditumpanginya untuk menyelamatkan dokumen dan surat-surat penting kendaraan.
Namun, niat tersebut diurungkannya setelah melihat dek bawah telah dipenuhi asap pekat, sementara lantai kapal sudah terasa sangat panas.
Dengan mengenakan jaket pelampung, Bambang bersama sopir truk, Sari Kuncoro, kemudian berlari menuju geladak depan kapal.
Mereka tidak dapat menggunakan perahu sekoci di bagian belakang karena area tersebut telah dipenuhi asap tebal dan sebagian sekoci ikut hangus terbakar.
Dalam kondisi panik, Bambang mengajak rekannya untuk melompat ke laut demi menyelamatkan diri. Namun, ajakan itu ditolak karena sang sopir masih ragu mengambil keputusan.
Situasi yang semakin genting membuat Bambang akhirnya memilih melompat seorang diri dari haluan kapal dengan ketinggian diperkirakan sekitar 10 meter.
Keputusan tersebut membuatnya terpisah dari rekan kerjanya yang tetap bertahan di atas kapal.
"Asap dari dek bawah belakang tempat truk parkir sudah pekat sekali, lantai kapal juga sudah panas. Sekoci di belakang sudah terbakar tidak bisa dipakai. Saya ajak teman melompat tapi dia ragu, akhirnya saya nekat lompat sendiri dari ketinggian sekitar 10 meter ke laut," ujar Bambang, Senin (3/8/2026).
Saat berada di tengah laut, Bambang mengaku sempat melihat sebuah kapal melintas sekitar lima kilometer dari lokasi kebakaran.
Namun kapal tersebut tidak mendekat, diduga karena besarnya kobaran api yang masih melalap KM Mutiara Santosa 2.
Selama tiga hingga empat jam, Bambang bertahan mengapung di tengah laut hanya dengan bantuan jaket pelampung. Hingga akhirnya, kru Kapal Meratus Pematang Siantar yang melintas berhasil mengevakuasi dirinya dalam kondisi lemas.
Meski selamat, Bambang masih dihantui duka mendalam. Rekannya, Sari Kuncoro, yang memilih tetap berada di atas kapal diduga menjadi salah satu korban meninggal dunia.
Dugaan itu muncul setelah Bambang mengenali pakaian yang dikenakan jasad korban melalui foto dan video proses evakuasi yang beredar.
Saat ini Bambang telah mendapatkan perawatan medis sekaligus pendampingan psikologis melalui trauma healing untuk memulihkan kondisi fisik dan mentalnya setelah berhasil lolos dari tragedi kebakaran KM Mutiara Santosa 2.
Sementara itu, proses evakuasi korban serta penyelidikan penyebab kebakaran kapal masih terus dilakukan oleh pihak berwenang.
(ameera/arrahmah.id)
