Memuat...

Pakistan Balas Serangan Militan di Karachi dengan Operasi Militer ke Afganistan

Zarah Amala
Senin, 29 Juni 2026 / 14 Muharam 1448 10:01
Pakistan Balas Serangan Militan di Karachi dengan Operasi Militer ke Afganistan
Pasukan keamanan Pakistan dikerahkan di lokasi operasi di Karachi (AFP)

ISLAMABAD (Arrahmah.id) - Situasi di sepanjang perbatasan Pakistan-Afganistan memanas setelah militer Pakistan melancarkan operasi darat dan serangan udara yang menargetkan posisi kelompok militan pada Senin (29/6/2026). Operasi ini diklaim oleh pihak Pakistan berhasil melumpuhkan puluhan gerilyawan, namun pemerintah Afganistan melaporkan adanya korban jiwa di kalangan warga sipil.

Pejabat militer Pakistan menyatakan bahwa operasi tersebut didasarkan pada data intelijen yang akurat. Dalam sebuah pernyataan, mereka mengungkapkan bahwa pasukan keamanan melakukan serangan darat yang diikuti dengan serangan udara presisi terhadap tempat persembunyian militan di sepanjang wilayah perbatasan. Pakistan mengklaim 29 militan tewas dalam operasi tersebut.

Namun, narasi berbeda datang dari Kabul. Juru bicara pemerintah Taliban, Zabihullah Mujahid, melalui pernyataan di platform X, mengecam keras serangan tersebut sebagai tindakan agresi pengecut. Mujahid melaporkan bahwa serangan udara Pakistan menyasar wilayah Paktika, Paktia, dan Kunar, yang mengakibatkan puluhan warga sipil tewas dan terluka.

Pemicu Eskalasi: Serangan di Karachi

Operasi militer ini diluncurkan hanya sehari setelah serangan mematikan terhadap markas pasukan paramiliter Sindh Rangers di kota pelabuhan Karachi, Pakistan selatan. Serangan yang menggunakan senjata api dan bahan peledak tersebut menewaskan tiga anggota pasukan keamanan Pakistan.

Dalam insiden di Karachi, otoritas setempat menyatakan bahwa tiga penyerang tewas di tempat, sementara penyerang keempat, yang diidentifikasi oleh militer Pakistan sebagai warga negara Afganistan, berhasil ditangkap dalam keadaan terluka. Kelompok militan Jamaat-ul-Ahrar, sebuah faksi sempalan dari Taliban Pakistan (Tehreek-e-Taliban Pakistan), telah mengaku bertanggung jawab atas serangan di Karachi tersebut pada Sabtu malam.

Insiden ini menandai titik terendah baru dalam hubungan antara Islamabad dan Kabul. Pakistan telah lama menuduh bahwa wilayah Afganistan digunakan sebagai basis perlindungan bagi kelompok militan untuk melancarkan serangan lintas batas. Sebaliknya, pemerintah Afganistan di bawah Taliban secara konsisten membantah tuduhan tersebut dan memprotes keras setiap operasi militer Pakistan yang melanggar kedaulatan wilayah mereka.

Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda meredanya ketegangan. Komunitas internasional khawatir bahwa aksi saling balas ini dapat memicu konflik yang lebih luas di kawasan, mengingat kedua belah pihak kini mengambil sikap yang semakin konfrontatif di sepanjang garis perbatasan yang sangat sensitif tersebut. (zarahamala/arrahmah.id)