Memuat...

Pakistan Klaim Tewaskan 29 Militan, IIA Sebut Warga Sipil Jadi Korban

Hanoum
Selasa, 30 Juni 2026 / 15 Muharam 1448 01:01
Pakistan Klaim Tewaskan 29 Militan, IIA Sebut Warga Sipil Jadi Korban
Korban serangan Pakistan di Afghanistan. [Foto: The Hawk.in]

PAKTIA (Arrahmah.id) -- Militer Pakistan mengklaim telah menewaskan 29 militan dalam operasi darat dan serangan udara di sepanjang perbatasan Afghanistan pada Ahad (29/6/2026). Namun, pemerintah Taliban atau Imarah Islam Afghanistan (IIA) menuduh serangan tersebut justru menewaskan puluhan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, sehingga kembali memperburuk ketegangan antara kedua negara bertetangga itu.

Menurut pemerintah Pakistan, seperti dilansir Al Jazeera (29/6), operasi tersebut merupakan respons atas meningkatnya serangan kelompok bersenjata terhadap aparat keamanan Pakistan, termasuk serangan terhadap markas paramiliter Rangers di Karachi sehari sebelumnya yang menewaskan tiga personel keamanan.

Islamabad menuding kelompok militan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) dan faksi sekutunya menggunakan wilayah Afghanistan sebagai tempat berlindung dan melancarkan serangan lintas batas.

Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar mengatakan operasi tersebut menyasar lokasi yang telah diidentifikasi melalui intelijen.

"Operasi ini dilakukan secara presisi terhadap tempat persembunyian kelompok teroris yang bertanggung jawab atas serangan terhadap warga dan aparat keamanan Pakistan. Kami akan terus mempertahankan hak untuk melindungi keamanan nasional," ujar Attaullah Tarar, sebagaimana dikutip BBC.

Sebaliknya, pemerintah IIA mengecam keras serangan yang dilakukan di sejumlah wilayah perbatasan Afghanistan, termasuk Provinsi Paktia, Paktika, dan Kunar. Juru bicara pemerintah IIA Zabihullah Mujahid menyatakan pesawat tempur Pakistan membombardir kawasan permukiman sehingga menyebabkan banyak korban sipil.

"Serangan ini merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Afghanistan. Yang menjadi korban adalah warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, bukan hanya target militer sebagaimana diklaim Pakistan," kata Zabihullah Mujahid.

Misi Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Afghanistan (UNAMA) menyatakan sedikitnya 28 warga sipil tewas dan 49 lainnya terluka akibat serangan tersebut.

UNAMA menambahkan jumlah korban masih berpotensi bertambah seiring proses pencarian dan evakuasi di lokasi yang terdampak. Sementara itu, pemerintah IIA mengklaim sedikitnya 36 hingga 38 warga sipil meninggal dunia, sebagian besar merupakan perempuan dan anak-anak.

Hubungan Pakistan dan Afghanistan memang terus memburuk dalam beberapa bulan terakhir akibat meningkatnya serangan lintas batas. Islamabad berulang kali menuduh IIA memberikan perlindungan kepada anggota TTP yang melakukan aksi teror di wilayah Pakistan.

Tuduhan tersebut dibantah Kabul yang menegaskan tidak mengizinkan wilayahnya digunakan untuk menyerang negara lain. Upaya mediasi yang melibatkan sejumlah negara, termasuk China, sejauh ini belum menghasilkan penyelesaian permanen. (hanum/arrahmah.id)