Memuat...

Pemukim Yahudi Serang Masjid di Ramallah, Siram Bensin ke Lansia 92 Tahun Berpaspor AS

Zarah Amala
Rabu, 17 Juni 2026 / 2 Muharam 1448 11:05
Pemukim Yahudi Serang Masjid di Ramallah, Siram Bensin ke Lansia 92 Tahun Berpaspor AS
Warga Palestina lanjut usia, Yasser Saqr Rashid (92), memperlihatkan foto kebakaran yang disebabkan oleh pemukim setelah menuangkan bensin di sebelah timur Ramallah (Al Jazeera).

RAMALLAH (Arrahmah.id) - Sebuah serangan terencana yang dilancarkan oleh kelompok pemukim ilegal Yahudi bersenjata mengguncang wilayah timur Ramallah, Tepi Barat, pada Selasa (16/6/2026). Insiden ini menyoroti eskalasi kekerasan yang kian ekstrem, di mana para penyerang nekat menerobos masuk ke dalam tempat ibadah dan mencoba membakar hidup-hidup seorang jamaah lansia yang sedang mendaras Al-Qur'an.

Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang dirilis oleh laman Al Jazeera Palestine, sekelompok pemukim Yahudi bermasker dan bersenjata menyusup ke halaman Masjid Al-Marah di kota Deir Dibwan, lalu merangsek masuk ke ruang utama. Korban, Haji Yasir Saqr Rashid (92), menceritakan momen mengerikan tersebut ketika dirinya disergap di antara waktu shalat Maghrib dan Isya.

Wali Kota Deir Dibwan, Dr. Mansour Mansour, menegaskan bahwa penyerangan ini sama sekali tidak terjadi secara acak, melainkan menggunakan taktik pembagian peran yang sangat rapi di lapangan.

Pemukim menyerbu area dalam masjid. Salah satu pelaku mengarahkan pompa berisi bensin langsung ke wajah dan pakaian Haji Yasir untuk membakarnya hidup-hidup, serta menyiramkan bahan bakar ke jendela-jendela masjid guna memicu kebakaran besar.

Di sektor pemukiman, para pemukim bergerak simultan menyerang rumah-rumah warga Palestina yang berada di sekitar area masjid guna mencegah adanya pertolongan dan membakar habis enam unit mobil milik penduduk setempat yang terparkir di jalanan, sebelum akhirnya melarikan diri sambil menyulut api di lahan-lahan pertanian serta ruang publik hijau.

"Saya terkejut ketika seorang pemukim membawa pompa bensin dan mengarahkannya ke wajah serta pakaian saya. Dia ingin membakar saya hidup-hidup," ujar Haji Yasir Saqr Rashid saat memberikan kesaksiannya kepada Al Jazeera.

Tragedi ini menyisakan ironi besar lantaran Haji Yasir merupakan warga Palestina yang memegang kewarganegaraan Amerika Serikat (AS). Status hukum internasional dan paspor AS yang dimilikinya terbukti gagal memberikan imunitas maupun perlindungan dari intimidasi bersenjata di dalam rumah ibadah.

Melalui media, lansia berusia 92 tahun ini melayangkan pesan terbuka mendesak kepada Administrasi AS di Washington agar memberikan perlindungan efektif bagi warga negara Amerika keturunan Palestina di Tepi Barat, yang dokumen perjalanannya kini tak lagi ditakuti oleh kelompok pemukim radikal.

Para pengamat kemanusiaan regional menilai, kedekatan geografis kota-kota di timur Ramallah dengan kantong-kantong pemukiman liar Yahudi radikal, yang mendapatkan sokongan politik dan pengawalan keamanan dari militer 'Israel', menjadikan wilayah ini sebagai titik paling rentan terhadap aksi bumi hangus, perusakan properti, serta percobaan pembunuhan warga sipil. (zarahamala/arrahmah.id)