Memuat...

Pertempuran Kembali Pecah di Taiz, Yaman Lancarkan 15 Serangan Udara

Zarah Amala
Sabtu, 5 September 2026 / 24 Rabiulawal 1448 15:25
Pertempuran Kembali Pecah di Taiz, Yaman Lancarkan 15 Serangan Udara
Tentara Yaman terlibat bentrokan sengit dengan Houtsi di provinsi Taiz (Reuters - Arsip)

TAIZ (Arrahmah.id) - Pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman dan kelompok Houtsi kembali pecah di sejumlah front di Provinsi Taiz, Yaman barat, Sabtu (5/9/2026). Di saat yang sama, militer Yaman mengklaim telah melancarkan lebih dari 15 serangan udara terhadap posisi dan konsentrasi pasukan Houtsi di wilayah pesisir barat.

Media Yaman melaporkan pasukan pemerintah menyerang posisi Houtsi di Jabal Al-Watrah, kawasan perbatasan Taiz dan Lahj. Pertempuran juga kembali berlangsung di sejumlah front lainnya.

Pusat Media Militer Yaman menyatakan serangan udara menyasar posisi, konsentrasi pasukan, serta kendaraan militer Houtsi di sejumlah front di pesisir barat, khususnya di Taiz dan Hodeidah.

Pertempuran tersebut merupakan kelanjutan dari bentrokan sengit pada Jumat yang menewaskan dan melukai puluhan orang serta menyebabkan ratusan warga sipil mengungsi.

Menurut sumber yang dikutip AFP, lebih dari 120 orang tewas dalam pertempuran pada Kamis dan Jumat. Seorang pejabat militer Yaman mengatakan 66 anggota pasukan pemerintah tewas, sementara sumber medis dan militer yang dekat dengan Houtsi melaporkan sedikitnya 62 anggota kelompok tersebut tewas.

Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman Rashad al-Alimi memperingatkan Houtsi agar tidak mencoba bergerak menuju Selat Bab el-Mandeb. Menurutnya, langkah tersebut akan menyebabkan kelompok Houthi menghadapi pengurasan berat.

Al-Alimi juga menuding Houtsi bertanggung jawab atas dampak kemanusiaan akibat eskalasi, termasuk pengungsian ratusan keluarga dari wilayah pertempuran. Ia menegaskan pemerintah dan angkatan bersenjata Yaman tidak akan membiarkan Iran menguasai Selat Bab el-Mandeb.

Eskalasi terbaru berlangsung setelah pertempuran antara pemerintah Yaman dan Houthi kembali meningkat sejak awal Juli di sejumlah wilayah, termasuk Ma'rib, Al-Jawf, Ad Dali, dan Taiz.

Houtsi telah menguasai sejumlah wilayah dan kota di Yaman, termasuk ibu kota Sana'a, sejak 21 September 2014. Konflik antara kelompok tersebut dan pemerintah berlangsung selama bertahun-tahun sebelum memasuki periode relatif tenang sejak April 2022. (zarahamala/arrahmah.id)