Memuat...

Penyanyi yang Pernah Dukung Bashar al-Assad Disambut di Damaskus, Warga Suriah Protes

Samir Musa
Senin, 10 Agustus 2026 / 27 Safar 1448 20:22
Penyanyi yang Pernah Dukung Bashar al-Assad Disambut di Damaskus, Warga Suriah Protes
Menteri Pariwisata Suriah, Mazen Al-Salhani, menyambut penyanyi Lebanon Ragheb Alama untuk membahas peran seni dalam mempromosikan sektor pariwisata. (Akun Kementerian Pariwisata Suriah di platform X)

DAMASKUS (Arrahmah.id) – Kunjungan penyanyi Lebanon, Ragheb Alama, ke Damaskus memicu gelombang kritik dan kemarahan di kalangan warga Suriah. Kemarahan itu muncul setelah Menteri Pariwisata Suriah, Mazen Al-Salhani, menerima Alama secara resmi untuk membahas kerja sama di bidang seni dan pariwisata, lansir Al Jazeera.

Dalam pertemuan yang berlangsung pada Ahad (9/8/2026), keduanya membahas peran seni dalam mempromosikan destinasi wisata Suriah serta mendukung upaya pemulihan sektor pariwisata negara tersebut. Menurut Kementerian Pariwisata Suriah, diskusi juga menyoroti pemanfaatan seni dan media untuk menampilkan citra Suriah yang mulai pulih, menarik investasi, dan menghidupkan kembali sektor wisata. Kunjungan ini menjadi yang pertama bagi Ragheb Alama ke Suriah setelah sekitar 15 tahun.

Dalam pertemuan itu, Alama menyatakan kebanggaannya dapat kembali mengunjungi Suriah dan menyampaikan keyakinannya bahwa negara tersebut mampu merebut kembali posisinya sebagai salah satu tujuan wisata di kawasan.

Namun, penyambutan resmi tersebut justru memicu reaksi keras di media sosial. Banyak warga Suriah kembali mengungkit pernyataan dan sikap politik Ragheb Alama pada masa lalu yang dinilai mendukung rezim Bashar al-Assad serta meremehkan revolusi Suriah dan pengorbanan rakyat selama perang.

Para pengkritik menegaskan bahwa persoalan bukan terletak pada kunjungan seorang artis Lebanon ke Suriah, melainkan pada dipilihnya figur yang memiliki rekam jejak politik kontroversial. Mereka mempertanyakan dasar Kementerian Pariwisata dalam memilih Alama sebagai mitra promosi pariwisata.

Aktivis Suriah Alia Mansour, misalnya, mempertanyakan prinsip pemerintah dalam memilih tokoh yang diundang. Sementara sejumlah warganet kembali membagikan video dan pernyataan lama Ragheb Alama yang dianggap berpihak kepada Bashar al-Assad.

Seorang aktivis menulis bahwa dukungan Ragheb Alama terhadap Assad serta sikapnya yang dianggap mengejek revolusi Suriah bukanlah hal yang tersembunyi. Menurutnya, jika Menteri Pariwisata tidak mengetahui rekam jejak tersebut maka ia tidak layak menjabat, dan jika mengetahuinya tetapi tetap mengundang Alama, maka ia juga patut diberhentikan.

Kritik juga diarahkan pada keputusan kementerian yang memilih Ragheb Alama untuk membahas promosi wisata, padahal masih banyak seniman Lebanon maupun Arab lain yang selama bertahun-tahun secara terbuka mendukung rakyat Suriah.

Sebagian warganet menyebut nama komponis Malek Jandali, penyanyi Asalah Nasri, dan Fadel Shaker sebagai figur yang dinilai lebih pantas dilibatkan karena sikap mereka yang dianggap konsisten mendukung rakyat Suriah selama revolusi.

Gelombang kritik kemudian meluas hingga menyasar Kementerian Pariwisata Suriah. Sejumlah aktivis menilai kementerian gagal mempertimbangkan sensitivitas masyarakat dan memori kolektif korban perang ketika memilih tokoh yang diajak bekerja sama.

Bahkan, sebagian warganet mendesak Menteri Pariwisata Mazen Al-Salhani meminta maaf kepada rakyat Suriah dan mengundurkan diri. Mereka menilai keterbukaan di bidang budaya dan pariwisata seharusnya tetap memperhatikan sikap politik para tokoh terhadap revolusi Suriah dan penderitaan rakyat selama bertahun-tahun.

(Samirmusa/arrahmah id)