GAZA (Arrahmah.id) - Board of Peace (Dewan Perdamaian), lembaga yang dibentuk oleh Presiden AS Donald Trump untuk mengelola pascaperang di Gaza, menegaskan bahwa peta jalan perdamaian untuk wilayah tersebut tetap berlaku dan sangat efektif. Pernyataan ini disampaikan pada Senin (10/8/2026), menyusul penolakan terbuka dari Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu terhadap rencana tersebut.
Seorang pejabat Dewan Perdamaian, sebagaimana dilansir Reuters, menjelaskan bahwa peta jalan Gaza merupakan kesepakatan antara Dewan Perdamaian dan Hamas. Pihak Dewan mengaku diskusi dengan pihak 'Israel' masih terus berlangsung.
Pejabat tersebut menekankan bahwa skema yang disusun berbasis pada verifikasi di lapangan. "Proses ini didasarkan pada implementasi dan verifikasi di lapangan. Kerangka kerja ini dirancang sedemikian rupa sehingga setiap tahap tidak akan berlanjut ke tahap berikutnya kecuali kewajiban yang diperlukan telah terpenuhi," ujarnya. Ia menambahkan bahwa Israel tidak diminta mengambil langkah yang tidak dapat dibatalkan sebelum adanya bukti verifikasi atas langkah-langkah konkret di lapangan.
Sebelumnya, Netanyahu pada Ahad menegaskan penolakannya terhadap dokumen 15 poin tersebut, dengan bersikeras menuntut pelucutan senjata total Hamas sebelum adanya penarikan pasukan 'Israel'.
Menanggapi sikap tersebut, Hamas menegaskan kembali komitmennya pada peta jalan yang telah disepakati bersama para mediator dan Dewan Perdamaian, khususnya untuk melanjutkan tahap kedua dari kesepakatan gencatan senjata. Hamas mendesak para mediator, penjamin, dan Dewan Perdamaian untuk memikul tanggung jawab guna memastikan semua pihak mematuhi klausul kesepakatan.
Kantor Media Pemerintah di Gaza mengecam pernyataan Netanyahu, menyebutnya sebagai "kudeta terang-terangan terhadap jalur negosiasi". Mereka menuding 'Israel' memanfaatkan perundingan hanya sebagai kedok untuk melanggengkan operasi militer. Mesir, sebagai salah satu pihak penjamin, juga turut menekankan pentingnya komitmen terhadap seluruh butir peta jalan, terutama terkait akses bantuan kemanusiaan yang aman dan berkelanjutan, serta penarikan pasukan 'Israel'.
Peta jalan yang diumumkan oleh Dewan Perdamaian dan Presiden Donald Trump pada 31 Juli lalu, setelah negosiasi di Al-Alamein, Mesir, mencakup penarikan mundur pasukan 'Israel' dari Jalur Gaza, pembatasan dan penyimpanan senjata Hamas, serta pengalihan administrasi Gaza kepada pemerintahan Palestina yang independen.
