Memuat...

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Dilaporkan Kritis dan Tak Sadarkan Diri

Zarah Amala
Selasa, 7 April 2026 / 19 Syawal 1447 10:45
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Dilaporkan Kritis dan Tak Sadarkan Diri
Mojtaba Khamenei menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, sebagai Pemimpin Tertinggi Iran (Reuters)

TEHERAN (Arrahmah.id) - Teka-teki mengenai keberadaan dan kondisi Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, mulai terungkap. Laporan terbaru dari surat kabar Inggris The Times, mengutip memo diplomatik yang didasarkan pada data intelijen AS dan 'Israel', menyebutkan bahwa Mojtaba saat ini dalam kondisi kritis dan tidak sadarkan diri.

Mojtaba, yang baru saja terpilih menggantikan mendiang ayahnya, Ali Khamenei, pada awal Maret lalu, dilaporkan sedang menjalani perawatan intensif di kota suci Qom. Kondisinya yang memprihatinkan membuat ia tidak mampu berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan strategis negara di tengah perang yang berkecamuk.

Jejak Serangan dan Spekulasi AI

Menurut narasi resmi, serangan udara gabungan pada hari pertama perang (28 Februari) tidak hanya menewaskan Ali Khamenei, tetapi juga melukai Mojtaba secara serius dan menewaskan beberapa anggota keluarganya, termasuk ibunya dan istrinya, Zahra Haddad-Adel.

Sejak saat itu, Mojtaba tidak pernah muncul di publik. Kehadirannya hanya terbatas pada dua pernyataan yang dibacakan di televisi pemerintah. Bahkan, sebuah video yang beredar memperlihatkan Mojtaba sedang memeriksa peta nuklir Dimona 'Israel' diduga kuat merupakan hasil rekayasa Kecerdasan Buatan (AI) untuk menciptakan kesan bahwa ia masih memimpin.

Absennya sang Pemimpin Tertinggi memicu spekulasi kuat bahwa kendali pemerintahan Iran saat ini sepenuhnya dipegang oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Para ahli menyebut Mojtaba kini hanya menjadi "wajah diam" dari rezim, sementara keputusan militer dan politik diambil oleh para jenderal senior.

Laporan oposisi bahkan menyebutkan Mojtaba mengalami luka fisik yang parah, termasuk patah kaki dan cedera wajah permanen, yang membuatnya tetap berada dalam kondisi koma atau semi-koma di basis ulama di Qom.

Rencana Pemakaman Rahasia Ali Khamenei

Di balik layar, memo diplomatik tersebut juga mengungkapkan persiapan rahasia untuk penguburan Ali Khamenei. Meskipun pemerintah secara resmi menyatakan jenazah akan dimakamkan di Mashhad, terdapat aktivitas intensif di Qom untuk membangun sebuah mausoleum besar.

Mausoleum tersebut direncanakan memiliki beberapa liang lahat, yang memicu spekulasi bahwa anggota keluarga Khamenei lainnya, termasuk Mojtaba jika ia meninggal dunia, akan dimakamkan di lokasi yang sama.

Penundaan pemakaman resmi dengan alasan mengantisipasi jumlah pelayat yang membludak dinilai sebagai taktik untuk mengulur waktu. Teheran dilaporkan sangat khawatir jika prosesi pemakaman massal tersebut menjadi target serangan udara AS atau 'Israel', atau memicu kerusuhan domestik.

Saat ini, Iran berada dalam posisi yang sangat rentan; kehilangan figur otoritas tertinggi secara fungsional di tengah tekanan militer asing yang masif. (zarahamala/arrahmah.id)