Memuat...

Setelah Adu Rudal Seharian, 'Israel' - Iran Sepakat Hentikan Serangan

Hanoum
Selasa, 9 Juni 2026 / 24 Zulhijah 1447 03:55
Setelah Adu Rudal Seharian, 'Israel' - Iran Sepakat Hentikan Serangan
Rudal balistik Iran yang mendarat di area terbuka dekat kota Jericho di Tepi Barat pada tanggal 8 Juni 2026. [Foto: WSJ]

WASHINGTON (Arrahmah.id) -- 'Israel' dan Iran dilaporkan menyepakati penghentian serangan setelah kedua negara saling melancarkan serangan rudal sepanjang akhir pekan yang meningkatkan kekhawatiran akan pecahnya perang regional yang lebih luas, lapor Reuters (8/6/2026).

Kesepakatan penghentian serangan itu didorong oleh upaya diplomatik Amerika Serikat, meskipun hingga Senin (8/6/2026) kedua pihak masih saling mengeluarkan ancaman dan menuduh lawannya melanggar komitmen deeskalasi.

Kesepakatan tersebut muncul setelah beberapa hari ketegangan yang ditandai dengan serangan rudal Iran ke wilayah 'Israel' dan serangan balasan 'Israel' terhadap sejumlah target yang diklaim terkait kepentingan Iran. Situasi itu memicu kekhawatiran komunitas internasional karena berpotensi menyeret lebih banyak negara di Timur Tengah ke dalam konflik terbuka.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menjadi tokoh utama dalam upaya mediasi. Melalui pernyataan yang dipublikasikan pada Ahad (7/6/2026), Trump mengatakan bahwa 'Israel' dan Iran sedang berupaya mencapai penghentian tembakan segera sambil melanjutkan pembahasan menuju kesepakatan yang lebih permanen.

Dalam pernyataannya, Donald Trump mengatakan, "Israel dan Iran sedang berupaya melakukan gencatan senjata segera." Trump juga menyatakan optimisme bahwa proses tersebut dapat membuka jalan menuju perdamaian yang lebih luas apabila kedua pihak menahan diri dari tindakan yang memperburuk keadaan.

Meski demikian, situasi di lapangan masih belum sepenuhnya stabil. Laporan sejumlah media internasional menyebutkan bahwa setelah pengumuman penghentian serangan, kedua negara masih saling menuduh melakukan pelanggaran.

Iran menilai beberapa serangan 'Israel' terhadap target yang terkait sekutunya di kawasan sebagai tindakan provokatif, sementara 'Israel' menyatakan akan tetap merespons setiap ancaman yang dianggap membahayakan keamanan negaranya.

Sumber-sumber diplomatik yang dikutip Arab News menyebutkan bahwa komunikasi intensif antara Washington, Tel Aviv, dan Teheran berlangsung selama beberapa hari terakhir guna mencegah konflik berkembang menjadi perang besar. Upaya tersebut dilakukan bersamaan dengan pembahasan mengenai isu keamanan regional dan masa depan perundingan yang melibatkan Iran.

Ketegangan terbaru bermula setelah serangkaian serangan dan serangan balasan yang melibatkan rudal serta target-target strategis di kedua negara. Serangan tersebut menyebabkan meningkatnya status siaga militer dan memicu kekhawatiran pasar energi dunia terhadap kemungkinan gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah.

Di tengah kesepakatan penghentian serangan, para pemimpin kedua negara tetap mengeluarkan peringatan keras. Pemerintah 'Israel' menegaskan akan mempertahankan hak untuk membela diri jika kembali diserang, sementara pejabat Iran menyatakan bahwa Teheran siap merespons setiap tindakan yang dianggap sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan deeskalasi.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui saluran Telegram dan dikutip Reuters, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menegaskan bahwa negaranya tetap akan mempertahankan kepentingan nasional di tengah proses diplomasi yang berlangsung. Dalam terjemahan bahasa Indonesia, ia mengatakan, "Kami akan berjuang dan berunding sesuai dengan syarat kami sendiri."

Hingga Senin malam waktu setempat, belum ada pengumuman resmi mengenai perjanjian damai permanen. Meski demikian, kesepakatan penghentian serangan yang dicapai setelah sehari penuh adu rudal telah memberikan harapan baru bagi upaya meredakan salah satu krisis keamanan paling berbahaya di Timur Tengah tahun ini. (hanoum/arrahmah.id)