BANDAR SERI BEGAWAN (Arrahmah.id) – Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah, melakukan perombakan kabinet besar-besaran dengan menunjuk putranya, Pangeran Abdul Mateen, sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu) Brunei.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari proses regenerasi kepemimpinan di kesultanan kaya minyak tersebut.
Perombakan kabinet yang diumumkan pada Kamis (4/6) waktu setempat itu menjadi reshuffle pertama sejak 2022.
Selain menciptakan sejumlah portofolio baru, Sultan Bolkiah juga menempatkan dua putranya dalam posisi strategis pemerintahan.
Dalam pidato yang disiarkan televisi nasional, Sultan Bolkiah menegaskan dirinya tetap memegang jabatan-jabatan utama negara sebagai Perdana Menteri, Menteri Pertahanan, dan Menteri Keuangan Brunei.
Penunjukan Abdul Mateen sebagai Menlu menarik perhatian publik internasional. Jabatan tersebut sebelumnya dipegang langsung oleh Sultan Bolkiah.
Sementara itu, putra keduanya, Pangeran Abdul Malik, mendapat jabatan kabinet pertamanya sebagai Menteri pada Kantor Perdana Menteri.
Adapun putra sulung Sultan, Al-Muhtadee Billah, tetap mempertahankan posisinya sebagai Menteri Senior pada Kantor Perdana Menteri.
Sultan Bolkiah menjelaskan bahwa keputusan menunjuk putra-putranya didasarkan pada pengalaman dan keterlibatan mereka dalam sistem administrasi pemerintahan selama ini.
“Saya telah mempertimbangkan kecenderungan dan pengalaman awal mereka dalam sistem administrasi pemerintahan,” ujar Sultan dalam pengumuman resmi tersebut.
Dari ketiga putra Sultan yang kini menduduki jabatan pemerintahan, Abdul Mateen menjadi sosok yang paling dikenal publik.
Pangeran berusia muda itu memiliki popularitas tinggi di media sosial dengan jutaan pengikut di Instagram dan kerap disebut sebagai wajah modern keluarga Kesultanan Brunei.
Selain aktif dalam kegiatan kerajaan, Abdul Mateen juga merupakan perwira militer Angkatan Bersenjata Brunei. Ia pernah menjalani pelatihan militer di Inggris dan memiliki kualifikasi sebagai pilot helikopter.
Dalam berbagai kesempatan, ia juga kerap mendampingi ayahnya dalam kunjungan kenegaraan dan pertemuan diplomatik tingkat tinggi.
Nama Abdul Mateen semakin dikenal luas setelah pernikahannya yang megah pada Januari 2024 di Bandar Seri Begawan.
Rangkaian prosesi pernikahan tersebut mendapat perhatian internasional dan disebut-sebut sebagai salah satu pesta kerajaan paling mewah dalam beberapa tahun terakhir.
Meski kini dipercaya memimpin diplomasi Brunei, Sultan Bolkiah menegaskan Abdul Mateen akan tetap melanjutkan karier militernya bersamaan dengan tugas barunya sebagai Menteri Luar Negeri.
Perombakan kabinet ini berlangsung di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik yang dihadapi Brunei, termasuk dampak ketidakstabilan pasar energi global.
Langkah Sultan menempatkan generasi muda keluarga kerajaan dalam pemerintahan dinilai sebagai upaya memperkuat kesinambungan kepemimpinan sekaligus menyiapkan regenerasi di masa mendatang.
(ameera/arrahmah.id)
