Memuat...

Jelang Milad ke-51 MUI, Jusuf Kalla Tegaskan MUI Harus Tetap Jadi Lembaga Fatwa, Bukan Ormas

Ameera
Ahad, 26 Juli 2026 / 12 Safar 1448 19:59
Jelang Milad ke-51 MUI, Jusuf Kalla Tegaskan MUI Harus Tetap Jadi Lembaga Fatwa, Bukan Ormas
Jelang Milad ke-51 MUI, Jusuf Kalla Tegaskan MUI Harus Tetap Jadi Lembaga Fatwa, Bukan Ormas

JAKARTA (Arrahmah.id) – Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla, menegaskan bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) harus tetap mempertahankan jati dirinya sebagai lembaga yang memberikan nasihat dan fatwa kepada umat, bukan berkembang menjadi organisasi kemasyarakatan (ormas).

Pernyataan tersebut disampaikan Jusuf Kalla kepada wartawan di sela-sela acara Kongres Umat Islam yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Ahad (26/7/2026), menjelang peringatan Milad ke-51 MUI yang diperingati pada Senin (27/7/2026).

Menurut mantan Wakil Presiden RI itu, MUI memiliki posisi strategis sebagai lembaga rujukan keagamaan yang dihormati oleh masyarakat.

Karena itu, peran utama MUI harus tetap difokuskan pada pemberian pandangan, nasihat, dan fatwa bagi umat Islam.

"Pertama, Majelis Ulama itu adalah majelis yang tertinggi. Jadi jangan pula nanti Majelis Ulama dibawa-bawa menjadi ormas," ujar Jusuf Kalla.

Ia menilai MUI harus tetap menjadi lembaga independen yang mengedepankan otoritas keilmuan para ulama, tanpa masuk ke ranah organisasi kemasyarakatan yang memiliki karakter dan fungsi berbeda.

"Harus menjadi tumpuan atau lembaga yang memberikan nasihat, fatwa kepada kita semua. Jadi harus dibawa dan tidak berlaku sebagai ormas," katanya.

Jusuf Kalla juga menekankan bahwa kekuatan MUI bukan terletak pada besarnya organisasi, melainkan pada kewibawaan dan kapasitas keilmuan para ulama yang tergabung di dalamnya.

Menurutnya, peran tersebut harus terus dijaga agar MUI tetap menjadi institusi yang dipercaya dalam memberikan panduan keagamaan kepada umat.

Meski memiliki pengaruh besar di tengah masyarakat, lanjut JK, MUI tidak perlu memperluas diri menjadi organisasi dengan struktur layaknya ormas.

Justru, kewibawaan MUI akan tetap terpelihara apabila fokus menjalankan fungsi sebagai lembaga yang menaungi para ulama dan menghasilkan fatwa serta nasihat keagamaan.

"Harus kecil tapi berwibawa," pungkas Jusuf Kalla.

Peringatan Milad ke-51 MUI tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat peran lembaga tersebut sebagai rujukan keagamaan yang independen, berwibawa, dan tetap berpegang pada fungsi utamanya dalam membimbing umat melalui fatwa dan nasihat keislaman.

(ameera/arrahmah.id)