Memuat...

AS dan 'Israel' Disebut Siapkan Serangan Baru ke Iran Pekan Depan

Hanoum
Ahad, 17 Mei 2026 / 1 Zulhijah 1447 17:55
AS dan 'Israel' Disebut Siapkan Serangan Baru ke Iran Pekan Depan
Foto ilustrasi. [Foto: X]

PARIS (Arrahmah.id) -- Amerika Serikat dan 'Israel' dilaporkan tengah mempersiapkan kemungkinan serangan militer baru terhadap Iran pada pekan depan di tengah mandeknya pembicaraan gencatan senjata dan meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah.

Dilansir Jerusalem Post (17/5/2026), Washington dan Tel Aviv sedang melakukan “persiapan intensif” untuk melanjutkan operasi militer terhadap Iran setelah negosiasi terbaru terkait program nuklir dan konflik regional mengalami kebuntuan. Para pejabat militer kedua negara telah membahas opsi serangan baru, termasuk kemungkinan operasi terhadap fasilitas nuklir Iran dan target militer strategis lainnya.

“Iran bisa membuat kesepakatan atau dihancurkan,” ujar Presiden AS Donald Trump sebagaimana dikutip Jerusalem Post.

Media 'Israel' tersebut menyebut salah satu alasan utama rencana operasi baru adalah kekhawatiran bahwa Iran masih mempertahankan cadangan uranium yang diperkaya tinggi meski telah diserang sebelumnya. Intelijen AS dan 'Israel' juga disebut meyakini Teheran masih mampu membangun kembali infrastruktur militernya.

Selain isu nuklir, AS dan Israel menuduh Iran tetap mendukung kelompok-kelompok bersenjata regional seperti Hamas, Hizbullah, dan Houthi. Washington juga menilai program rudal balistik Iran masih menjadi ancaman bagi pangkalan militer AS dan sekutunya di Timur Tengah.

Sementara itu, pemerintah Iran menegaskan akan memberikan respons keras jika kembali diserang. Otoritas Iran menyebut setiap agresi baru akan dibalas terhadap kepentingan AS dan 'Israel' di kawasan.

“Republik Iran akan memberikan respons menghancurkan terhadap setiap agresi,” demikian pernyataan markas militer Khatam al-Anbiya Iran.

Konflik Iran-AS-'Israel' sendiri terus meningkat sejak operasi gabungan militer pada Februari 2026 yang menargetkan fasilitas militer dan nuklir Iran. Serangan tersebut memicu perang regional, serangan balasan rudal Iran, hingga gangguan besar terhadap jalur perdagangan minyak dunia di Selat Hormuz.

Pengamat keamanan internasional memperingatkan bahwa serangan baru terhadap Iran dapat memperluas konflik Timur Tengah dan mengganggu stabilitas energi global, terutama jika Iran kembali menutup atau membatasi akses Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia. (hanoum/arrahmah.id)