AARAU (Arrahmah.id) -- Polisi Swiss memburu pelaku penembakan yang menewaskan seorang perempuan berusia 22 tahun dan melukai lima orang lainnya dalam pesta rave di Aarau, Kanton Aargau, Ahad (30/8/2026) dini hari. Penembakan terjadi sekitar pukul 02.30 waktu setempat ketika pesta musik techno di arena pacuan kuda Schachen hampir berakhir.
Dilansir CNBC (30/8), korban tewas merupakan perempuan berkewarganegaraan Italia berusia 22 tahun yang tinggal di Swiss. Lima korban lainnya terdiri atas empat laki-laki dan seorang perempuan berusia antara 24 dan 27 tahun. Mereka dibawa ke rumah sakit dengan tingkat luka yang beragam, termasuk beberapa dalam kondisi serius.
Penembakan terjadi dalam acara “Aarau Rave VOL. 7”, sebuah pesta musik techno yang digelar di kawasan arena pacuan kuda Schachen. Penyelenggara sebelumnya memperkirakan sekitar 2.500 hingga 3.500 orang menghadiri acara tersebut, meskipun jumlah pasti orang yang masih berada di lokasi ketika tembakan terjadi belum diketahui.
Juru bicara Polisi Kanton Aargau, Pascal Wenzel, mengatakan pencarian terhadap pelaku masih berlangsung intensif. Polisi juga masih berusaha memastikan senjata yang digunakan serta mengetahui dari mana tembakan dilepaskan.
“Pencarian sedang berlangsung dengan kekuatan penuh,” kata Wenzel dalam keterangan kepada media, seperti dikutip Swissinfo.
Setelah penembakan, polisi mengerahkan operasi besar-besaran di Aarau. Kawasan sekitar arena pacuan kuda, kolam renang dan fasilitas olahraga ditutup untuk memungkinkan penyisiran serta pengumpulan barang bukti. Helikopter Super Puma milik Angkatan Darat Swiss turut dikerahkan, sementara kepolisian Jerman juga membantu pencarian dalam kerangka kerja sama kepolisian lintas batas.
Polisi belum mengetahui apakah penembakan dilakukan oleh satu orang atau beberapa pelaku. Motifnya juga belum jelas. Reuters melaporkan penyelidik masih mempertimbangkan berbagai kemungkinan, sementara aparat belum menetapkan penembakan tersebut sebagai aksi terorisme.
Sejumlah saksi mengatakan suara tembakan pada awalnya disangka sebagai kembang api karena pesta baru saja berakhir. Menurut laporan SRF, seorang saksi mengatakan para pengunjung baru menyadari bahwa suara tersebut berasal dari tembakan setelah beberapa orang berteriak agar mereka berlindung.
DJ Swiss Tekibo, yang tampil dalam pesta tersebut, mengungkapkan kesedihannya melalui media sosial. Ia mengatakan dirinya selamat, tetapi kehilangan seorang teman dalam insiden tersebut.
“Techno dan rave seharusnya menjadi tempat kebebasan dan keamanan,” tulis Tekibo, seraya menggambarkan peristiwa itu sebagai sesuatu yang sangat menyakitkan.
Associated Press melaporkan korban tewas kemudian diidentifikasi sebagai Maria Spinelli, perempuan Italia berusia 22 tahun. Lima korban lainnya yang terluka terdiri atas empat laki-laki dan seorang perempuan berusia 24 hingga 27 tahun. Polisi meminta masyarakat yang memiliki foto atau video dari sekitar lokasi untuk menyerahkannya kepada penyidik guna membantu mengungkap pelaku. (hanoum/arrahmah.id)
