DAMASKUS (Arrahmah.id) -- Presiden Suriah Ahmad asy Syaraa menyatakan bahwa pemerintahnya meminta peran aktif Prancis untuk membantu menghentikan eskalasi serangan 'Israel' terhadap wilayah Suriah.
Pernyataan itu disampaikan asy Syaraa saat menerima kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Damaskus, Selasa (7/7/2026), dalam kunjungan bersejarah yang menjadi lawatan pertama pemimpin Barat ke Suriah sejak jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad.
Dalam konferensi pers bersama, seperti dilansir Asharq Al-Awsat (7/7), asy Syaraa menegaskan bahwa serangan-serangan 'Israel' di Suriah merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan negara dan berpotensi memperburuk ketidakstabilan kawasan. Karena itu, Damaskus berharap Paris dapat memainkan peran diplomatik yang lebih besar di tingkat internasional untuk menekan Israel agar menghentikan operasi militernya.
“Kami mengandalkan peran aktif Prancis untuk menghentikan eskalasi ini dan memastikan penghormatan terhadap perjanjian-perjanjian internasional,” kata asy Syaraa, dikutip dari The New Arab.
Selain membahas situasi keamanan regional, kedua pemimpin juga mengumumkan kesepakatan untuk memulai proses pemulihan penuh hubungan diplomatik antara Damaskus dan Paris.
Asy Syaraa menyatakan Suriah dan Prancis sepakat untuk kembali menempatkan duta besar masing-masing setelah hubungan diplomatik kedua negara terputus sejak 2012 akibat perang saudara Suriah.
Kunjungan Macron berlangsung di tengah situasi keamanan yang masih rapuh. Pada hari yang sama, dua ledakan mengguncang kawasan dekat hotel tempat delegasi Prancis menginap di Damaskus dan menyebabkan sedikitnya 18 orang terluka. Meski demikian, Macron tetap melanjutkan agenda kunjungannya dan bertemu langsung dengan asy Syaraa di Istana Kepresidenan.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan dukungannya terhadap Suriah yang berdaulat, bersatu, dan stabil. Ia juga menyampaikan komitmen Prancis untuk membantu proses rekonstruksi dan normalisasi hubungan internasional Suriah pascapergantian kekuasaan.
Kunjungan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan kerja sama ekonomi dan diplomatik yang dinilai sebagai langkah penting dalam upaya reintegrasi Suriah ke panggung internasional. (hanoum/arrahmah.id)
