GAZA (Arrahmah.id) - Sayap militer gerakan Hamas, Brigade Izzuddin Al-Qassam, merilis cuplikan rekaman video yang mendokumentasikan momen peluncuran perdana rudal taktis jarak jauh varian Ayyash 250 pada Mei 2021 lalu. Perilisan dokumen sejarah militer ini merupakan bagian dari rangkaian publikasi penghormatan untuk para pejuang mereka yang gugur dalam operasi Banjir Al-Aqsha.
Secara khusus, Brigade Al-Qassam mendedikasikan rekaman tersebut untuk mendiang Mahmoud Ibrahim Mussa (Abu Ibrahim), seorang perwira dari Batalyon Artileri di bawah komando Brigade Wilayah Khan Yunis. Video tersebut memperlihatkan fase-fase krusial, mulai dari proses perakitan teknis hulu ledak, penyiapan dudukan peluncur, kalibrasi sistem digital, hingga sentuhan akhir sesaat sebelum rudal tersebut melesat ke udara.
Peluncuran perdana rudal ini memiliki nilai historis dan strategis yang tinggi dalam peta konfrontasi bersenjata di wilayah Palestina yang diduduki.
Rekam jejak taktis rudal Ayyash 250 mencatatkan debut pertempuran pertamanya saat ditembakkan secara resmi pada 13 Mei 2021, tepatnya pada hari keempat pertempuran Saif Al-Quds (Pedang Yerusalem) atau Perang Gaza Keempat.
Dalam debut tersebut, Komando Al-Qassam membidik target strategis berupa Bandara Internasional Ramon yang terletak di wilayah selatan 'Israel', dengan jarak tempuh operasional yang mengesankan mencapai 220 kilometer langsung dari titik peluncurannya di Jalur Gaza.
Asal-usul nama varian rudal jarak jauh ini sendiri sengaja dipilih untuk menghormati Ir. Yahya Ayyash, salah satu arsitek militer legendaris sekaligus komandan tertinggi faksi perlawanan Palestina yang dibunuh dalam operasi intelijen 'Israel' pada 1995 silam.
Perintah penembakan perdana rudal tersebut diketahui dikeluarkan secara langsung melalui instruksi komando tertinggi dari Panglima Jenderal Brigade Al-Qassam kala itu, Muhammad Deif.
Varian "Ayyash 250" merupakan unit persenjataan mutakhir dan terjauh dalam ekosistem artileri milik Brigade Al-Qassam, dengan daya jangkau maksimal yang diklaim mampu menyentuh 250 kilometer.
Kehadiran rudal ini menandai lompatan kuantum dalam kapabilitas pertahanan dan serangan balik faksi perlawanan di Gaza. Dengan daya jangkau yang ekstrem, Brigade Al-Qassam berhasil memperluas radius serangan dan mengunci target-target infrastruktur vital 'Israel' yang sebelumnya berada di luar jangkauan radar atau perimeter ofensif proyektil konvensional. Kemampuan taktis rudal ini juga kembali diandalkan secara masif dalam pembukaan fase awal pertempuran skala besar sejak Oktober 2023. (zarahamala/arrahmah.id)
