TEPI BARAT (Arrahmah.id) - Sayap militer gerakan Jihad Islam Palestina, Brigade Al-Quds, mengumumkan bahwa unit tempurnya berhasil menyergap dan memberondong pasukan infanteri militer 'Israel' (IDF) yang tengah melancarkan operasi penyerbuan di kota Al-Dhahiriya, sebelah selatan Hebron (Al-Khalil) pada Ahad (14/6/2026). Kontak senjata ini meletus di tengah gelombang operasi penangkapan masif yang digelar militer 'Israel' di seantero wilayah pendudukan Tepi Barat.
Dalam rilis resminya, Brigade Al-Quds mengonfirmasi bahwa para pejuangnya melepaskan tembakan salvo senjata otomatis yang sangat gencar secara langsung ke arah barisan infanteri 'Israel'. Kelompok perlawanan tersebut mengeklaim serangan presisi itu berhasil menimbulkan korban luka maupun tewas di pihak pasukan pendudukan. Warga lokal di Al-Dhahiriya melaporkan bahwa serbuan militer 'Israel' tersebut sengaja disertai rentetan tembakan peluru tajam, gas air mata, hingga pelepasan gas beracun yang menyesakkan napas bersamaan dengan aksi penggeledahan rumah secara paksa.
Hamas langsung merilis pernyataan resmi untuk menyambut baik operasi militer di Hebron tersebut. Hamas menilai keberhasilan penyergapan oleh Brigade Al-Quds merupakan bukti nyata atas terus meningkatnya eskalasi serta efektivitas jaringan perlawanan domestik, terlepas dari ketatnya penjagaan dan barikade militer yang dipasang 'Israel' di seluruh wilayah pendudukan.
"Operasi di Hebron ini adalah bagian dari respons kolektif yang lebih luas terhadap agresi militer Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur yang diduduki," bunyi pernyataan resmi Hamas.
Faksi tersebut memuji keberanian para pejuang yang teguh menghadang inkursi militer 'Israel' di berbagai kota, desa, hingga kamp-kamp pengungsian Palestina. Di saat yang sama, Hamas menyerukan seruan mobilisasi umum kepada seluruh warga Palestina di sepanjang Tepi Barat dan Yerusalem untuk mengintensifkan segala bentuk perlawanan guna mematahkan cengkeraman pasukan pendudukan.
Operasi penyergapan oleh Brigade Al-Quds ini pecah bersamaan dengan diluncurkannya gelombang baru operasi penggerebekan malam oleh otoritas keamanan 'Israel' di sejumlah distrik strategis.
Di wilayah Dahiyat Al-Salam (Anata), pasukan 'Israel' menggeledah pemukiman sipil secara masif dan menahan seorang pria Palestina bersama empat anak laki-lakinya sekaligus. Dua pemuda lainnya juga ikut diseret pasca-pencarian menyeluruh.
Militer 'Israel' menggerebek lingkungan German Quarter dan menahan seorang wanita beserta anak laki-lakinya, sebelum tank-tank IDF merangsek maju ke desa Siris di selatan Jenin.
Mantan tahanan politik, Loay al-Najjar, kembali ditangkap setelah rumah keluarganya di kamp pengungsian Aqabat Jaber diacak-acak tentara. Penangkapan serupa menimpa seorang pemuda di kamp pengungsian Al-Jalazone, utara Ramallah.
Para pengamat militer mencatat adanya tren kenaikan yang sangat signifikan terkait aksi penembakan, konfrontasi bersenjata, tabrakan kendaraan, hingga aksi penusukan taktis yang menyasar tentara 'Israel' di Tepi Barat. Berbagai faksi Palestina menegaskan bahwa peningkatan eskalasi ini merupakan jawaban langsung atas perluasan agresif perimeter pangkalan militer 'Israel', penangkapan sewenang-wenang tanpa peradilan, serta ekspansi pembangunan pemukiman ilegal Yahudi yang kian merobek kedaulatan tanah Palestina. (zarahamala/arrahmah.id)
