Memuat...

Diam-diam, Jerman Uji Rudal Jarak Jauh 'Israel' di Atlantik Utara

Zarah Amala
Rabu, 2 September 2026 / 21 Rabiulawal 1448 11:30
Diam-diam, Jerman Uji Rudal Jarak Jauh 'Israel' di Atlantik Utara
Angkatan laut Jerman secara diam-diam menguji coba rudal 'Israel' di Samudra Atlantik (Reuters)

BERLIN (Arrahmah.id) - Angkatan Laut Jerman mengumumkan bahwa mereka berhasil melakukan uji coba rahasia yang sebelumnya belum pernah diungkap terhadap sistem rudal jarak jauh 'Israel', LORA, di kawasan Atlantik Utara. Uji coba tersebut menunjukkan bahwa sistem rudal itu berpotensi digunakan dari kapal-kapal perang Jerman.

Dua fregat Jerman dikerahkan ke perairan antara Irlandia dan Islandia untuk melaksanakan uji coba tersebut, sebagaimana dilaporkan situs Swiss Bluewin, mengutip Kantor Berita Jerman (dpa).

Inspektur Jenderal Angkatan Laut Jerman, Christian Kaack, mengatakan Jerman terus melanjutkan rencana untuk memperoleh persenjataan jarak jauh.

“Peluncuran rudal balistik yang berhasil tadi malam di Atlantik Utara merupakan peristiwa bersejarah bagi Angkatan Laut Jerman,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sistem tersebut berhasil digunakan dari kapal-kapal Jerman. Menurutnya, uji coba itu menandai “babak baru dalam upaya pencegahan dan kesiapan pertahanan maritim” guna melindungi Jerman dan sekutu-sekutunya.

LORA merupakan rudal balistik yang dikembangkan dan diproduksi oleh perusahaan 'Israel' Aerospace Industries (IAI). Rudal tersebut telah digunakan 'Israel' dalam sejumlah kesempatan.

LORA ditempatkan di dalam sebuah kontainer peluncur, sehingga memungkinkan sistem tersebut dikerahkan dari kapal dengan relatif cepat.

Rencana pembelian sistem rudal ini merupakan bagian dari program persenjataan yang diluncurkan Jerman setelah dimulainya perang Rusia di Ukraina. Program tersebut bertujuan memperkuat kemampuan militer Jerman menghadapi kemungkinan serangan dari Rusia.

Kekhawatiran di antara sekutu Jerman mengenai kemungkinan agresi Rusia juga semakin meningkat. Kekhawatiran tersebut sebagian dipicu oleh sejumlah serangan yang terjadi baru-baru ini, termasuk serangan pesawat nirawak yang menargetkan Bandara Leipzig.

Pemerintah Jerman pada Selasa (1/9/2026) menuding Rusia bertanggung jawab atas serangan yang disebutnya sebagai serangan “gagal” tersebut. (zarahamala/arrahmah.id)