Memuat...

Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Pangkalan AS di Yordania dan Bahrain

Zarah Amala
Rabu, 2 September 2026 / 21 Rabiulawal 1448 10:30
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Pangkalan AS di Yordania dan Bahrain
Momen ketika Garda Revolusi Iran meluncurkan rudal balistik dan drone selama latihan militer sebelumnya (Anadolu)

TEHERAN (Arrahmah.id) - Pasukan Iran melancarkan serangkaian serangan baru terhadap posisi militer Amerika Serikat di kawasan pada Selasa malam (1/9/2026), menargetkan fasilitas di Yordania dan Bahrain setelah AS kembali melancarkan serangan ke wilayah Iran.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan pihaknya menyerang Camp Titin, fasilitas yang digunakan Korps Marinir AS di Yordania, menggunakan rudal balistik. IRGC menyebut serangan tersebut sebagai bagian dari respons terhadap serangan terbaru Amerika.

Menurut IRGC, serangan itu menghancurkan sejumlah fasilitas penting dan helikopter serang milik AS serta menyebabkan banyak korban dari pihak militer Amerika. Klaim tersebut belum disertai rincian mengenai jumlah korban.

Otoritas Yordania kemudian mengatakan 13 rudal balistik memasuki wilayah udara negara tersebut selama serangan. Kantor berita resmi Jordan News Agency melaporkan bahwa sistem pertahanan udara Yordania mencegat 10 rudal, sementara tiga lainnya jatuh di wilayah terpencil.

Serangan tersebut menjadi serangan rudal Iran kedua yang diarahkan ke Yordania dalam waktu kurang dari 48 jam.

Militer Iran secara terpisah mengumumkan serangan terhadap instalasi radar dan lokasi konsentrasi pasukan AS di Pangkalan Udara Sheikh Isa, Bahrain.

Menurut militer Iran, serangan dilakukan menggunakan beberapa gelombang drone serang yang mampu berkeliaran di udara sebelum menyerang sasaran. Operasi tersebut disebut sebagai fase ke-29 dari Operasi Al-Sa'iqa.

Militer Iran menyatakan serangan itu merupakan balasan atas serangan AS terhadap sejumlah wilayah di Iran bagian selatan.

Media Iran menyebut operasi Selasa malam (1/9) sebagai salah satu gelombang peluncuran rudal terbesar terhadap pangkalan-pangkalan AS sejak fase terbaru konflik dimulai. Media Iran juga melaporkan adanya ledakan di fasilitas yang terkait dengan AS di Yordania serta sejumlah ledakan di Erbil.

IRGC pada Selasa malam (1/9) menyatakan telah memulai respons menentukan terhadap serangan terbaru Amerika dan memperingatkan Washington akan menyesali tindakannya.

IRGC juga mengklaim telah menembak jatuh drone MQ-9 milik AS menggunakan sistem pertahanan udara yang baru dikembangkan. Pasukan Iran menyebut drone tersebut sebagai MQ-9 ke-50 yang berhasil mereka hancurkan selama konflik.

Menurut IRGC, pasukan AS sebelumnya menyerang sejumlah lokasi di sepanjang pesisir selatan Iran, termasuk lokasi sipil.

IRGC mengatakan serangan tersebut justru memperkuat tekad Teheran untuk mempertahankan pembatasan di Selat Hormuz dan menghadapi keberadaan pasukan militer asing di sekitar jalur pelayaran strategis tersebut. (zarahamala/arrahmah.id)