Memuat...

Jenderal Iran Klaim 1.000 Tentara 'Israel' Tewas

Hanoum
Rabu, 2 September 2026 / 21 Rabiulawal 1448 04:17
Jenderal Iran Klaim 1.000 Tentara 'Israel' Tewas
Pasukan Israel membawa peti jenazah rekan prajurit mereka, Hadar Kapeluk, selama upacara pemakamannya di pemakaman Gunung Herzl di Yerusalem. [Foto: AFP/Menahem Kahana]

TEHERAN (Arrahmah.id) -- Iran mengklaim lebih dari 1.000 tentara 'Israel' tewas dan ribuan lainnya terluka dalam perang Iran-Israel yang melibatkan Amerika Serikat. Klaim tersebut disampaikan juru bicara senior Angkatan Bersenjata Iran, Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi, dalam wawancara yang diberitakan media Iran pada 31 Agustus 2026.

Shekarchi mengatakan, seperti dilansir Pars Today (1/9/2026), korban tersebut merupakan akibat serangan balasan Iran terhadap instalasi militer, lokasi strategis, dan pusat intelijen Israel selama konflik. Ia juga mengklaim Amerika Serikat mengalami ratusan korban tewas dan ribuan personel terluka akibat serangan Iran terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan.

“Selama agresi militer Israel terhadap Iran, yang dilakukan dengan kerja sama militer Amerika Serikat, lebih dari 1.000 tentara 'Israel' tewas dan ribuan lainnya terluka,” kata Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi, sebagaimana dikutip Pars Today dari laporan Tasnim.

Klaim tersebut muncul setelah perang antara Iran, 'Israel' dan Amerika Serikat berlangsung sejak akhir Februari 2026 dan mengalami beberapa tahap eskalasi serta jeda.

Shekarchi menggambarkan serangan Iran sebagai pembalasan terhadap operasi militer 'Israel' dan Amerika Serikat di Iran, sementara Washington dan Tel Aviv sebelumnya juga menyampaikan klaim mengenai keberhasilan operasi mereka dan kerugian yang dialami Iran.

Data yang tersedia dari sumber independen menunjukkan gambaran berbeda. Reuters pada April melaporkan bahwa hingga saat itu 'Israel' mencatat 23 warga sipil tewas akibat serangan rudal Iran, sementara 11 tentara 'Israel' tewas dalam operasi di Lebanon dan satu warga sipil tewas akibat tembakan salah sasaran. Data pemantauan konflik yang diperbarui hingga pertengahan Agustus juga mencatat sedikitnya 32 personel militer 'Israel' tewas sejak 2 Maret, dengan jumlah korban militer tersebut jauh di bawah klaim Iran.

Pada awal Juni, Anadolu Agency juga melaporkan bahwa jumlah tentara 'Israel' yang tewas sejak dimulainya perang Iran pada akhir Februari mencapai 28 orang berdasarkan data militer 'Israel', sementara 1.243 tentara dilaporkan terluka. Angka tersebut mencakup korban dari operasi Israel di Iran dan Lebanon sehingga konteks penghitungannya berbeda dengan klaim Shekarchi mengenai lebih dari 1.000 tentara tewas akibat perang dengan Iran.

Perbedaan angka korban juga terlihat dalam laporan mengenai perkembangan konflik setelah memasuki fase berikutnya. Hingga pertengahan Agustus, pemantauan independen mencatat sedikitnya 32 kematian personel militer 'Israel' sejak awal Maret, sedangkan total kematian di 'Israel' akibat serangan Iran dan Hizbullah, termasuk warga sipil, disebut mencapai lebih dari 60 orang. Tidak ada laporan kredibel yang ditemukan yang mengonfirmasi angka lebih dari 1.000 tentara 'Israel' tewas. (hanoum/arrahmah.id)