Memuat...

Istri Netanyahu Sebut Oposisi 'Israel' Tahu Serangan Hamas 7 Oktober

Hanoum
Rabu, 2 September 2026 / 21 Rabiulawal 1448 04:32
Istri Netanyahu Sebut Oposisi 'Israel' Tahu Serangan Hamas 7 Oktober
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) dan istrinya Sara Netanyahu berdiri saat upacara penyambutan Perdana Menteri India Narendra Modi di bandara Ben Gurion dekat Tel Aviv pada 25 Februari 2026. [Foto: AFP]

TEL AVIV (Arrahmah.id) -- Sara Netanyahu, istri Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu, memicu kontroversi setelah menyiratkan bahwa pemimpin oposisi Yair Golan kemungkinan telah mengetahui lebih awal rencana serangan kelompok perlawanan Palestina Hamas pada 7 Oktober 2023. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara dengan Channel 14 (31/8/2026), tanpa disertai bukti, dan langsung dibantah Golan yang menyatakan akan menempuh jalur hukum.

Sara mempertanyakan bagaimana Golan, yang saat itu merupakan mantan wakil kepala staf Angkatan Pertahanan Israel (IDF), dapat mengenakan seragam dan tiba di wilayah selatan 'Israel' pada pagi hari ketika serangan Hamas berlangsung.

Menurut Sara, kedatangan Golan yang dinilai cepat menimbulkan pertanyaan mengenai kemungkinan ia telah mengetahui serangan tersebut sebelum informasi itu diketahui banyak pejabat, termasuk perdana menteri.

“Ketika Anda seorang perwira militer berpangkat tinggi dan mengaku bertempur pada 7 Oktober, Anda sudah berada di sana sejak pagi sekali, sudah berpakaian dan siap, pada saat orang lain belum tahu, seperti perdana menteri,” kata Sara Netanyahu dalam wawancara tersebut, dikutip dari The Times of Israel (1/9).

Namun, laporan mengenai kronologi kedatangan Golan tidak menunjukkan bahwa ia mengetahui serangan tersebut sebelumnya. Golan berulang kali mengatakan bahwa ia berangkat ke wilayah selatan sekitar pukul 08.00, sekitar satu setengah jam setelah serangan dimulai dan sirene pertama berbunyi pada pukul 06.29. Ia kemudian menuju lokasi festival musik Nova dan membantu menyelamatkan para korban serangan Hamas.

Golan merespons pernyataan tersebut dengan menilai tuduhan Sara sebagai pencemaran nama baik. Ia mengatakan akan mengajukan gugatan terhadap istri perdana menteri dan meminta Sara menarik kembali pernyataannya.

“Kami pasti akan mengajukan gugatan terhadap Sara Netanyahu,” kata Yair Golan kepada Army Radio (1/9). Golan juga mengirimkan surat peringatan hukum yang menuntut permintaan maaf dan mengancam gugatan senilai 2,5 juta shekel atau sekitar US$825.000.

Partai Demokrat yang dipimpin Golan mengecam pernyataan Sara dan menyebutnya sebagai fitnah. Partai tersebut mengatakan upaya mengaitkan Golan dengan dugaan pengetahuan sebelumnya mengenai serangan 7 Oktober merupakan serangan terhadap tindakannya menyelamatkan korban.

Golan sendiri tercatat sebagai salah satu mantan pejabat militer yang turun ke lapangan pada hari serangan dan membantu mengevakuasi orang-orang dari sekitar festival Nova.(hanoum/arrahmah.id)