GAZA (Arrahmah.id) - Pasukan khusus 'Israel' diduga menyusup ke kawasan padat penduduk di Gaza City bagian barat pada Selasa (1/9/2026), tetapi keberadaan mereka terdeteksi sebelum misi selesai. Bentrokan kemudian pecah dengan pejuang Palestina, disusul serangkaian serangan udara 'Israel' untuk mengevakuasi pasukan tersebut.
Sejumlah sumber Palestina, termasuk Quds News Network (QNN), sumber keamanan Gaza, Kantor Media Pemerintah Gaza dan Al Mayadeen, melaporkan adanya operasi khusus 'Israel' di kawasan Al-Katiba dan sekitarnya.
Menurut laporan tersebut, pasukan 'Israel' dikepung setelah terlibat bentrokan dengan pejuang Palestina. 'Israel' kemudian mengerahkan lebih dari 10 pesawat tempur, drone dan tembakan intensif untuk memberikan perlindungan selama proses penarikan pasukan.
Tujuan operasi tersebut belum diketahui secara pasti. Namun, sejumlah sumber Palestina menyebut pasukan 'Israel' diduga berusaha menargetkan seorang pejabat senior dalam struktur keamanan Gaza.
Sumber keamanan Palestina kepada Al Jazeera mengatakan seorang pejabat keamanan berhasil selamat dari upaya pembunuhan 'Israel'. Sumber itu juga membantah laporan bahwa direktur Dinas Keamanan Internal Gaza telah ditangkap, tetapi mengatakan seorang pejabat lain dari lembaga tersebut diculik setelah kediamannya dibombardir dan istrinya tewas.
Sementara itu, Menteri Pertahanan 'Israel' Yisrael Katz mengumumkan penangkapan seorang tokoh yang disebutnya sebagai pejabat senior Hamas di Gaza. Belum jelas apakah orang yang dimaksud Katz sama dengan pejabat yang disebut sumber Palestina diculik.
Dalam upaya mengevakuasi pasukan yang menyusup, sebuah sumber keamanan Palestina mengatakan unit 'Israel' akhirnya meninggalkan kawasan Al-Katiba menggunakan sepeda motor di tengah pertempuran. Pesawat 'Israel' disebut memberikan perlindungan udara dengan melancarkan serangan bertubi-tubi di sekitar lokasi.
Serangan 'Israel' juga menghantam kawasan yang dipenuhi tenda dan tempat pengungsian warga Palestina. Drone 'Israel' dilaporkan menembaki pergerakan di jalan-jalan sekitar serta beroperasi di dekat rumah sakit lapangan Amerika di Al-Katiba, sehingga pergerakan ambulans dan tim medis terganggu.
Kompleks Medis Al-Shifa kemudian menetapkan status darurat. QNN awalnya melaporkan tiga warga Palestina tewas, termasuk dua anak dan seorang perempuan, sementara Al Jazeera kemudian melaporkan empat orang tewas, tiga anak dan seorang perempuan, serta sedikitnya delapan lainnya terluka.
Kantor Media Pemerintah Gaza mengatakan sejumlah anggota pasukan khusus 'Israel' juga tewas dalam bentrokan tersebut. Namun, klaim mengenai korban dan kerugian di pihak 'Israel' belum dapat diverifikasi secara independen. (zarahamala/arrahmah.id)hi
