GAZA (Arrahmah.id) - Sedikitnya 17 warga Palestina tewas dan puluhan lainnya terluka dalam tiga serangan udara 'Israel' di Jalur Gaza dalam 24 jam terakhir, di tengah gencatan senjata yang masih berlangsung.
Serangan terjadi di Kota Gaza dan kamp pengungsi Nuseirat, Gaza tengah. Menurut koresponden Al Mayadeen, sasaran serangan meliputi markas kepolisian kota, sebuah kafe populer, dan sebuah sepeda motor.
Serangan paling mematikan menghantam markas Kepolisian Kota Gaza, menewaskan sembilan warga Palestina dan melukai 15 lainnya.
Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan Nasional Palestina mendesak mediator serta komunitas internasional segera bertindak untuk menghentikan serangan terhadap aparat kepolisian Palestina.
Kementerian tersebut menolak klaim 'Israel' yang digunakan untuk membenarkan serangan terhadap polisi Palestina. Mereka menuduh 'Israel' berupaya menghancurkan struktur keamanan sipil di Gaza dan menciptakan kekacauan di masyarakat.
Juru bicara Hamas Hazem Qassem mengecam serangan terhadap markas kepolisian dan menyebutnya sebagai pembantaian brutal baru serta pelanggaran terhadap upaya mempertahankan gencatan senjata.
Qassem juga menuding Board of Peace yang dipimpin AS gagal menggunakan pengaruhnya untuk menekan 'Israel' agar mematuhi kesepakatan gencatan senjata.
Sehari sebelumnya, serangan 'Israel' terhadap sebuah kafe di pelabuhan nelayan Kota Gaza menewaskan sedikitnya enam warga Palestina, termasuk seorang anak, dan melukai sejumlah lainnya.
Serangan ketiga menghantam sebuah sepeda motor di kamp pengungsi Nuseirat, menambah jumlah korban dari tiga serangan menjadi sedikitnya 17 orang.
Serangan terbaru terjadi ketika jumlah korban Palestina terus bertambah meski gencatan senjata yang disepakati pada Oktober 2025 masih berlaku.
Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza per 17 Agustus, 1.265 warga Palestina tewas dan 4.198 lainnya terluka sejak gencatan senjata diberlakukan. Sebanyak 813 jenazah juga telah ditemukan dalam periode tersebut.
Sejak 7 Oktober 2023, perang 'Israel' di Gaza telah menewaskan sedikitnya 73.399 warga Palestina dan melukai 174.310 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Serangkaian serangan terbaru kembali memicu seruan Palestina agar para mediator dan pihak penjamin kesepakatan mengambil langkah nyata untuk menegakkan gencatan senjata dan mencegah eskalasi 'Israel'. (zarahamala/arrahmah.id)
